Pelajaran 39-2

 PELAJARAN BAHASA ARAB

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


 Bagian
 1   2   3   4   5   6   7   8   9  10
 
Pelajaran 39 – الدَّرْسُ التَّاسِعُ وَالثَّلاثُونَ

Ketidakberubahan Kata Kerja Bentuk Lampau – بِنَاءُ الْفِعْلِ الْمَاضِي

Ketidakberubahan kata kerja bentuk lampau pada fatħah  - بِنَاءُ الْفِعْلِ الْمَاضِي عَلَى الْفَتْحَةِ

Kita masih membahas pelajaran tiga puluh sembilan kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini disertai gambar dan audio akan membantu Anda mempelajari bahasa Arab.

Ada tiga kasus di mana kata kerja bentuk lampau yang tidak bisa berubah berakhiran fatħah. Mari kita rangkum ketiga kasus tersebut dalam tabel berikut:

Contoh
Kasus

¹وَصَلَ الْخَبَرُ إِلَيْنَا بَعْدَ أُسْبُوعٍ

We were informed of the news after a week.

Kami diberitahu tentang berita itu setelah seminggu.
إِذَا لَمْ يَتَّصِلْ بِهِ شَيْءٌ
Pada kasus tidak memiliki imbuhan

وَصَلَتِ الطَّائِرَةُ الْمَطَارَ عِنْدَ الْفَجْرِ

The plane arrived at the airport at dawn

Pesawat tiba di bandara saat fajar
إِذَا اِتَّصَلَتْ بِهِ تَاءُ التَّأْنِيثِ
Pada kasus berakhiran ta feminim ta

نَامَ الطَّالِبَانِ وَمَا كَتَبَا الْوَاجِبَ

The two students slept without writing their homework

Kedua siswa tidur tanpa menulis pekerjaan rumah mereka
إِذَا اتِّصَلَتْ بِهِ أَلِفُ الاثْنَيْنِ
Pada kasus berakhiran alif dualis

Lihat sepuluh contoh berikut pada kasus di mana kata kerja bentuk lampau yang tidak bisa berubah berakhiran fatħah:

I reached twenty five years.

Umur saya mencapai dua puluh lima tahun

²بَلَغَ عُمْرِي خَمْسَةً وَعِشْرِينَ عَامًا

The news reached us after a week

Berita itu sampai kepada kami setelah seminggu

وَصَلَ الْخَبَرُ إِلَيْنَا بَعْدَ أُسْبُوعٍ

It was cold yesterday

Kemarin udaranya dingin.

³كَانَ الْجَوُّ بَارِدًا

Temperature rose until it reached 40⁰.

Suhu naik hingga mencapai 40⁰.

اِرْتَفَعَتْ دَرَجَةُ الْحَرَارَةِ حَتَّى وَصَلَتْ أَرْبَعِينَ دَرَجَةً⁴

The plane arrived at the airport at dawn.

Pesawat tiba di bandara saat fajar.

وَصَلَتِ الطَّائِرَةُ الْمَطَارَ عِنْدَ الْفَجْرِ

The plane broke down on air and fell in the ocean

Pesawat mogok di udara dan jatuh ke laut


تَعَطَّلَتِ الطَّائِرَةُ فِي الْجَوِّ وَسَقَطَتْ فِي الْمُحِيطِ

The two students slept and they did not write their homework

Kedua siswa tidur dan mereka tidak menulis pekerjaan rumah mereka.

نَامَ الطَّالِبَانِ وَمَا كَتَبَا الْوَاجِبَ

And went to the school frightened

Dan pergi ke sekolah ketakutan

وَذَهَبَا إِلَى الْمَدْرَسَةِ وَهُمَا خَائِفَيْنِ

And found the teacher absent at that day

Dan guru itu didapati tidak hadir pada hari itu

فَوَجَدَا الأُسْتَاذَ غَائِبًا هَذَا الْيَوْمَ

So they were happy and said they should write the homework that day

Jadi mereka senang dan berkata mereka harus menulis pekerjaan rumah hari itu

فَفَرِحَا وَقَالا: يَجِبُ أَنْ نَكْتُبَ الْوَاجِبَ الْيَوْمَ

Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas, kita mendapati bahwa kata kerja bentuk lampau terbagi dalam tiga kategori:

1. Tiga contoh pertama termasuk yang berikut:

سَقَطَ
saqata
كَانَ
Kana
وَصَلَ
waŝala
بَلَغَ
balagha
Kata Kerja
fell

jatuh

(were)

adalah

Arrived

tiba

reached

mencapai

Terjemahan

Ini adalah kasus pertama pada kata kerja bentuk lampau yang tidak bisa berubah yang berakhiran fatħah. Ini adalah bentuk sederhana kata kerja bentuk lampau yang tidak bisa berubah, yaitu ketika tidak berawalan atau tidak berakhiran, dan subjeknya adalah kata ganti yang terpisah (bukan akhiran).

2. Kasus kedua dari kata kerja bentuk lampau yang tidak bisa berubah yang berakhiran fatħah adalah ketika kata kerja bentuk lampau tersebut berakhiran huruf ta' feminim. Perhatikan tiga contoh kedua yaitu 4, 5 dan 6. Kita memperhatikan kata kerja berikut dalam kalimat ini:

سَقَطَتْ
/saqata-t/
تَعَطَّلَتْ
/ŧaξattala-t/
وَصَلَتْ
/waŝala-t/
اِرْتَفَعَتْ
/’irtafaξa-t/
Kata Kerja
fell

jatuh

broke down

mogok

reached

mencapai

rose

naik

Terjemahan

Kita perhatikan bahwa kata kerja ini berakhiran ta' feminim.

3. Kasus ketiga dari kata kerja bentuk lampau yang tidak bisa berubah yang berakhiran fatħah terjadi ketika kata kerja bentuk lampau berakhiran alif dualis. Perhatikan kata kerja pada empat contoh terakhir yaitu yang ke 7, 8, 9 dan 10, yang meliputi kata kerja berikut:

وَجَدَا
waĵada-a
فَرِحَا
fariħa-a
قَالا
qāla-a
كَتَبَا
kataba-a
Kata Kerja
found

mendapati

rejoiced

bersuka cita

said

berkata

wrote

menulis

Terjemahan

Subjek (pelaku kata kerja) pada kata kerja ini adalah alif dualis أَلِفُ الاثْنَيْنِ (alif al-ithnayn), yang telah kita pelajari pada Pelajaran 35. Ini adalah kasus ketiga dari ketidakberubahan kata kerja bentuk lampau – yaitu, ketika kata kerja tersebut berakhiran alif dualis.

Catatan:
  1. وَصَلَ /waṣala/ (dia (maskulin) sampai/tiba (saat lampau)) adalah kata kerja dasar.

    إِلَيْنَا /ʾilaynā/ (kepada kami) adalah kombinasi dua kata yaitu إِلَى‎ (ʾilā) +‎ ـنَا‎ (-nā).

  2. بَلَغَ عُمْرِي خَمْسَةً وَعِشْرِينَ عَامًا

    Kalau diterjemahkan sesuai urutan kata akan berbunyi: mencapai umur saya lima dan dua puluh tahun.

    خَمْسَةً وَعِشْرِينَ عَامًا /ḵamsata wa ʿišrīna ʿāman/ (dua puluh lima tahun) adalah frasa bilangan 20, 30,....,90 an dalam kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) karena posisinya setelah kata kerja بَلَغَ /balaḡa/ (dia (maskulin) mencapai (saat lampau)). Dalam kasus nominatifnya (حَالَةُ الرَّفْع) adalah خَمْسَةٌ وَعِشْرون عَامًا /ḵamsatu wa ʿišrūna ʿāman/ (dua puluh lima tahun). Terjadi perubahan pada kata خَمْسَةٌ /ḵamsatu/ menjadi خَمْسَةً /ḵamsata/ dan عِشْرون /ʿišrūna/ menjadi ʿišrīna/. Sedangkan kata benda عَامًا /ʿāman/ (tahun) SELALU tunggal dalam bentuk kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب). Antara bilangan satuan (dalam hal ini خَمْسَةً) selalu memiliki gender yang berlawanan dengan kata bendanya (dalam hal ini عَامًا) (lihat kembali pelajaran 26-7). Lihat juga pelajaran 19 dan pelajaran 20.

  3. Perhatikan dua kalimat berikut:

    الْجَوُّ بَارِدٌ (udaranya dingin) merupakan kalimat nominal (الْجُمْلَةُ الاسْمِيَّة) dan كَانَ الْجَوُّ بَارِدًا adalah kalimat verbal (الْجُمْلَةُ اَلفِعْلِيَّةُ) (lihat pelajaran 4-9 dan pelajaran 4-12 untuk penjelasan lebih rinci).Fkkkf

  4. دَرَجَةُ الْحَرَارَةِ (derajat suhu) adalah ungkapan kepemilikan (الإضَافَةُ) (lihat aturannya pada pelajaran 5-2).

    أَرْبَعون دَرَجَةً /ʾarbaūna darajatan/ (empat puluh derajat) merupakan frasa bilangan 20, 30, ….., 90 (lihat pelajaran 26-7). Lihat juga catatan no. 2.

  5. خَائِفَيْنِ‎ /ḵāʾifayni/ (mereka berdua (laki-laki) takut) merupakan kata sifat bentuk dualis maskulin dalam kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر). Dalam kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) adalah خَائِفَانِ‎ /ḵāʾifāni/. Kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) ini karena posisinya setelah kata kerja ذَهَبَا (mereka (laki-laki) berdua pergi (saat lampau)). Bentuk tunggal kata sifat ini yaitu خَائِفٌ /ḵāʾifun/.

  6. يَجِبُ‎ /yajibu/ (dia (laki-laki) harus) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah وَجَبَ /wajaba/ (dia (laki-laki) harus (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) yang ditandai oleh huruf waw (و) atau huruf ya (ي) di awal kata (lihat pelajaran 32). Kata kerja ini diikuti oleh عَلَى‎ (ʿalā, “di atas”) atau oleh أَنْ‎ (ʾan). Dalam arti ini kata kerja ini tidak membutuhkan subjek personal (Wiktionary).


Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Twitter dan di Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2