Pelajaran 5-2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bagian

 1   2   3   4   5   6   7   8 

Pelajaran 5 – الدَّرْسُ الْخَامِسُ

Ungkapan Kepemilikan - الإضَافَةُ

Kita masih berada pada pelajaran kelima dari kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini dilengkapi dengan gambar dan audio untuk membantu Anda belajar bahasa Arab.

Pada bagian pelajaran 5 ini, kita akan mempelajari sebuah kaidah baru yang disebut ungkapan kepemilikan dalam bahasa Arab (الإِضَافَةُ – al-iḍāfah), insya Allah. Ungkapan ini merupakan salah satu bentuk istilah tata bahasa Arab yang disebut iḍāfah.


Pengertian الإِضَافَةُ (al-iḍāfah)

Secara bahasa, iḍāfah berarti menambahkan atau menyandarkan. Dalam istilah tata bahasa, iḍāfah berarti menggabungkan dua kata benda (اسم – ism) untuk membentuk hubungan kepemilikan atau keterkaitan, yaitu satu benda dimiliki atau menjadi bagian dari benda lainnya (misalnya: buku guru).

Perhatikan contoh berikut yang menunjukkan perbedaan kepemilikan dan keterkaitan dalam iḍāfah:

Kepemilikan /iđâfa/
Keterkaitan /iđâfa/
Arab
Indonesia
Arab
Indonesia
Buku guru
Kota Roma
Pena Muhammad
Puncak gunung

Kaidah umum الإِضَافَةُ

  • Kaidah ini diterapkan ketika dua kata benda digabungkan menjadi satu struktur.
  • Dalam ungkapan iḍāfah terdapat:
    • yang dimiliki, disebut مُضَافٌ (muḍāf)
    • pemilik, disebut مُضَافٌ إِلَيْهِ (muḍāf ilaihi)

Contoh:
the teacher’s book (buku guru tersebut)

  • “book (buku)” = مُضَافٌ (muḍāf)
  • “teacher (guru)” = مُضَافٌ إِلَيْهِ (muḍāf ilaihi)

Perbandingan dengan bahasa Inggris

Dalam bahasa Inggris, kepemilikan dibentuk dengan:

  • kata depan of → the book of Hamid  (buku Hamid)
  • atau ’s → Hamid’s book (buku Hamid)

Namun dalam bahasa Arab:

  • yang dimiliki selalu didahulukan, sehingga secara harfiah dibaca:
    “buku Hamid”, bukan “Hamid buku”.

Analisis contoh

كِتَابُ الْمُدَرِّسِ
(kitābu al-mudarrisi)

1️⃣ المُضَافُ (muḍāf – yang dimiliki)

  • Kata pertama adalah مُضَافٌ (muḍāf), yaitu كِتَابُ (kitābu – buku).
  • Aturan مُضَافٌ:
    • Tidak boleh memakai ال (al-)
    • Walaupun tanpa ال, maknanya definitif (bermakna “buku itu”, bukan “sebuah buku”)
    • Tidak boleh memakai تنوين (tanwīn)
    • Bisa ber-i‘rāb:
      • رَفْعٌ (raf‘) → ḍammah
      • نَصْبٌ (naṣb) → fatḥah
      • جَرٌّ (jarr) → kasrah

2️⃣ المُضَافُ إِلَيْهِ (muḍāf ilaihi – pemilik)

  • Kata kedua adalah مُضَافٌ إِلَيْهِ, yaitu الْمُدَرِّسِ (al-mudarrisi – guru).
  • Aturannya:
    • Selalu dalam keadaan جَرّ (majrūr) → berharakat kasrah
    • Bisa ma‘rifah (معرفة – tertentu) atau nakirah (نكرة – tidak tentu)

Kaidah penting

Kaidah:
Contoh:
Indonesia:
Arab:
📌 Kaidah 1
مُضَافٌ bisa berubah-ubah i‘rāb-nya, sedangkan
مُضَافٌ إِلَيْهِ selalu majrūr (berkasrah).
Buku siswa
Di atas meja guru
📌 Kaidah 2
مُضَافٌ:
  • Menjadi tertentu jika disandarkan kepada muḍāf ilaihi yang tertentu
  • Menjadi tidak tentu jika disandarkan kepada yang tidak tentu
  • Tidak pernah memakai ال (al-)
Pintu rumah
Seorang imam masjid

Dialog (perhatikan harakat akhir kata)

Gambar
Indonesia
Arab
Madinaharabic.com lesson image
Saeed: Apakah ini buku Muhammad?
Yasir: Bukan, ini buku Hamid.
Madinaharabic.com lesson image
Saeed: Di mana kitab Muhammad?
Yasir: Kitab itu ada di atas meja.
Madinaharabic.com lesson image
Saeed: Di mana buku catatan Ammar?
Yasir: Buku catatan itu ada di meja guru.
Madinaharabic.com lesson image
Saeed: Ini pena siapa?
Ali: Ini pena guru.
Madinaharabic.com lesson image
Saeed: Di mana tas guru?
Ali: Tasnya ada di bawah meja.


Ringkasan kaidah iḍāfah (الإضافة)

1. Pengertian

Iḍāfah adalah gabungan dua kata benda dalam bahasa Arab untuk menunjukkan kepemilikan atau keterkaitan.

Contoh:
كِتَابُ الطَّالِبِ → buku siswa

2. Susunan iḍāfah

Urutannya selalu:

  1. Muḍāf (المُضاف) → yang dimiliki
  2. Muḍāf ilaihi (المُضاف إليه) → pemilik

📌 Bahasa Arab: buku siswa
📌 Bukan: siswa buku

3. Ciri-ciri muḍāf (yang dimiliki)

  • Tidak boleh memakai al- (ال)
  • Tidak boleh memakai tanwīn
  • Bisa berharakat ḍammah, fatḥah, atau kasrah (tergantung posisi)
  • Bisa bermakna definit atau indefinit (mengikuti Muḍāf Ilaihi)

Contoh:
بَابُ الْبَيْتِ → pintu rumah
إِمَامُ مَسْجِدٍ → seorang imam masjid

4. Ciri-ciri muḍāf ilaihi (pemilik)

  • Selalu berharakat kasrah (majrūr)
  • Bisa tertentu atau tidak tentu
  • Boleh memakai al- dan tanwīn

Contoh:
كِتَابُ الطَّالِبِ
قَلَمُ مُحَمَّدٍ

5. Makna iḍāfah

Iḍāfah bisa bermakna:

  • Kepemilikan → قَلَمُ مُحَمَّدٍ (pulpen Muhammad)
  • Keterkaitan → قِمَّةُ الْجَبَلِ (puncak gunung)

6. Kesimpulan cepat (hafalan)

  • Muḍāf: tanpa al-, tanpa tanwīn
  • Muḍāf ilaihi: selalu kasrah

Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di FacebookX dan Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2