Pelajaran 31-5
Membentuk kata kerja lampau menjadi negatif
Sekarang kita akan mempelajari bagaimana membentuk kata kerja lampau dalam bahasa Arab menjadi negatif dan partikel yang digunakan dalam bahasan ini.
Kita telah membahas bentuk negatif dari kata kerja sekarang dan partikel yang digunakan untuk membentuknya menjadi negatif yaitu “la, lam dan lan”. Untuk membentuk kata kerja lampau menjadi negatif, kita menggunakan partikel “mā ما ”.
|
Partikel
|
Kalimat Negatif
|
Kalimat Positif
|
||
|
ما
|
مَا أَكَلَ أحْمَدُ كَثِيرًا وَمَعَ ذَلِكَ أَصْبَحَ سَمِيْنًا Ahmad did not eat much. He, however, became fat.
|
أَكَلَ أَحْمَدُ كَۡثِيْرًا فَأَصْبَحَ سَمِيْنًا Ahmad ate much and consequently became fat
|
||
|
ما
|
²مَا وَضَعَ عُثْمَانُ أَمْْوَالَهُ فِيْ مَكَانِها الصَّحِيْح Uthman did not allocate his money in the right place
|
¹وَضَعَ عُثْمَانُ أَمْوَالَهُ فِي خِدْمَةِ الفُقَرَاء Uthman allocated his money for the benefit of the poor |
||
|
ما
|
مَا شَاهَدْتُ التِّلْفَازَ أمْسِ I did not watch TV yesterday
|
³شَاهَدْتُ التِّلْفَازَ أَمْسِ لِمُدَّةِ سَاعَتَيْنِ I watched TV for two hours yesterday
|
||
|
ما
|
مَا سَافَرْتُ إلَى مَكَّةَ⁵ مُنْذُ خَمْسِ سَنَوَاتٍ I have not traveled to Mecca for five years
|
⁴سَافَرْتُ إلَى مَكَّةَ قَبْلَ خَمْسِ سَنَوَاتٍ I traveled to Mecca five years ago
|
Kata kerja lampau menunjukkan satu bentuk saja, yaitu bentuk lampau, tidak seperti kata kerja sekarang yang bisa digunakan untuk menunjukkan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang tergantung pada partikel yang digunakan sebelum kata kerja.
Kata kerja lampau dibentuk menjadi negatif dengan menggunakan satu partikel saja, ” yaitu “mā ما” (مَا أَكَلَ ، مَا وَضَعَ ، مَا شَاهَدْتُ ، ما سَافَرْتُ ) . Ini berbeda dengan kata kerja sekarang yang memiliki tiga partikel berbeda yang digunakan untuk membentuknya menjadi negatif (Bagian 2).
Kata kerja berdasarkan waktu tidak bisa berubah (Pelajaran 3). Beberapa kata kerja lampau memiliki akhiran vokal fatħah seperti ( أَكَلَ ، وَضَعَ ). Lainnya memiliki akhiran vokal sukūn seperti (شَاهَدْتُ ، سَافَرْتُُ ) . Kita akan membahas ini secara rinci pada Pelajaran 39 In-Shā'-Allâh
|
Kalimat Positif
|
|||
|
مَا أَكَلَ أحْمَدُ Ahmad did not eat
|
أَكَلَ أَحْمَدُ Ahmad ate
|
||
|
مَا وَضَعَ عُثْمَان Uthman did not allocate
|
وَضَعَ عُثْمَانُ Uthman allocated
|
||
|
مَا شَاهَدْتُ التَّلْفَازَ I did not watch TV
|
شَاهَدْتُ التِّلْفَازَ I watched TVۧ
|
||
|
ما سَافَرْتُ إلَى مَكَّةَ I did not travel to Mecca
|
سَافَرْتُ إلَى مَكَّةَ I travelled to Mecca
|
أَمْوَالٌ /ʔamwālun/ (harta) adalah bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari مَالٌ /mālun/ (pelajaran 13-1).
فِي خِدْمَةِ الفُقَرَاء (pada kepentingan orang-orang miskin) terdiri dari فِي خِدْمَةِ (pada layanan/kepentingan) yang merupakan frasa kata depan (جَارٌ وَ مَجْرُوْرٌ) (pelajaran 4-3) dan خِدْمَةِ الفُقَرَاء (layanan/kepentingan orang-orang miskin) merupakan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2).
فُقَرَاءُ /fuqarāʾu/ (orang-orang miskin) adalah bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari فَقِيرٌ /faqīrun/ (pelajaran 13-1).
مَكَانها (tempatnya) adalah ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2). Itulah sebabnya kata مَكَان (tempat) memiliki harakat tunggal tanpa diawali kata sandang terdefinisi al (ال) yang fungsinya sebagai kata yang menambahkan (مُضَاف).
Kata ganti tertambat (ضَمِيرٌ مُتَّصِلٌ) yaitu ها /hā/ (dia (feminim (مُؤَنَّثُ)) merujuk pada kata benda jamak أَمْوَالٌ /ʔamwālun/ (harta). Bentuk jamak kata benda tidak rasional (غَيْرُ عَاقِلٍ) dianggap sebagai gender feminim tunggal (pelajaran 17). Jadi kata ganti (ضَمِيرٌ), kata tunjuk (إِسْمُ الْإِشَارة) dan kata sifat (صِّفَة) untuk kata benda jamak tidak rasional (غَيْرُ عَاقِلٍ) harus dalam bentuk tunggal (مُفْرَد) feminim (مُؤَنَّثُ).
مَكَانها الصَّحِيْح (tempatnya yang benar) adalah klausa kata sifat (النَّعْتُ والْمَنْعُوتُ atau الْمُرَكَّبُ الْوَصْفِيُّ) (pelajaran 9).
لِمُدَّةِ سَاعَتَيْنِ (selama dua jam) tersusun dari: pertama kata لِمُدَّةِ (untuk periode) yang merupakan frasa kata depan li (لِ) (untuk), lihat pelajaran 4-3; kedua مُدَّةِ سَاعَتَيْنِ (periode dua tahun) merupakan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ), lihat pelajaran 5-2).
سَاعَتَيْنِ /sāʿatayni/ (dua jam) merupakan dualis (مُؤَنَّثٌ) dengan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور (lihat pelajaran 18-2) kata dari سَاعَةٌ /sāʿatun/. Bentuk dualis (مُؤَنَّثٌ) kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) atau مرفوع dari kata ini adalah سَاعَتَانِ /sāʿatāni/.
قَبْلَ خَمْسِ سَنَوَاتٍ (lima tahun yang lalu) diawali oleh kata قَبْلَ /qabla/ (sebelum) yang berfungsi sebagai kata yang menambahkan (مُضَاف), lihat pelajaran 16-6.
خَمْسِ سَنَوَاتٍ (lima tahun) adalah frasa bilangan 3 sampai sepuluh, lihat aturannya pada pelajaran 20-4.
سَنَوَاتٍ /sanawātin/ (tahun) merupakan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور karena posisinya setelah bilangan خَمْسِ (lima). Kata benda yang mengikuti bilangan 3 sampai 10 harus dalam bentuk jamak dengan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور dan gender berlawanan dengan bilangan. Kata benda jamak dalam kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) atau مرفوع memiliki harakat dammah. Bentuk tunggalnya adalah سَنَةٌ /sanatun.
Kata مَكَّةَ pada frasa kata depan إلَى مَكَّةَ (ke Mekah) memiliki harakat fathah pada kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور (lihat pelajaran 22 dengan bahasan "Kata Benda Berharakat Tunggal" (اَلأَسْمَاءُ غَيْرُ الْمُنَوَّنَةِ)).
Komentar
Posting Komentar