Pelajaran 31-3
Latihan - تدريب
|
اِخْتَرْ أَدَاةً النَّفْي الْمُنَاسِبَة
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||
أنا لا أُرِيدُ قَهْوَةً وَلَكِنْ أُرِيدُ شَايًا atau أنا ما أُرِيدُ قَهْوَةً وَلَكِنْ أُرِيدُ شَايًا
أُرِيدُ /ʾurīdu/ (saya ingin) adalah kata kerja bentuk sekarang (فِعْل مُضَارِع) yang bentuk dasarnya adalah أَرَادَ /ʾarāda/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) ingin (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) (pelajaran 32).
أَنَا لَمْ أَقْرَأْ هَذَۧا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِ
أَبِيْ لا يُحِبُّ قِرَاءَةَ الشِّعْرِ
Frasa قِرَاءَةَ الشِّعْرِ (membaca puisi) adalah kata gabungan (إضَافَةُ) pada bahasan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2).
قِرَاءَةٌ /qirāʔatun/ (membaca) adalah kata benda verbal (مَصْدَرٌ) dari قَرَأَ /qaraʔa/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) membaca (saat lampau)) (pelajaran 36-3).
أَنَا لَنْ أَعِيْشَ فِيْ لَنْدَنَ فِي الْمُسْتَقْبَلِ
أَعِيشَ /ʾaʿīša/ (saya tinggal) adalah kata kerja bentuk sekarang (فِعْل مُضَارِع) yang bentuk dasarnya adalah عَاشَ /ʿāša/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) tinggal (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) (pelajaran 32). Harakat fathah pada akhir kata kerja bentuk sekarang tersebut menandai kata kerja ini berada dalam kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) atau منصوب. Dalam kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) atau مرفوع kata kerja tersebut memiliki harakat akhir berupa dammah.
Kata لَنْدَنَ /landana/ (London) pada frasa فِيْ لَنْدَنَ (di London) memiliki harakat akhir fathah walau berada dalam kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور (lihat kasus kata benda harakat satu (اَلْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ) pada pelajaran 21-2).
أَمْسِ، لَمْ يَحْضُرِ الِْاجْتِمَاعَ إِلَا مُدَرِّسَانِ
Kata يَحْضُرِ /yahḍuri/ (dia (laki-laki) menghadiri) memiliki harakat kasrah yang aslinya memiliki harakat sukun karena posisinya setelah artikel lam (لَمْ). Perubahan harakat sukun ke harakat kasrah disebabkan oleh kata benda yang mengikutinya memiliki artikel al (الِْ).
مُدَرِّسَانِ /mudarrisāni/ (dua guru) adalah dualis / ganda (الْمُثَنَّى) (pelajaran 18).
غَدًا لَنْ يَحْضُرَ الِْاجْتِمَاعَ إِلَا خَمْسَةُ مُدَرِّسِينَ
خَمْسَةُ مُدَرَّسِينَ adalah frasa bilangan (الْمُرَكَّبُ الْعَدَدِيُّ) 3 sampai 10. Lihat aturan selengkapnya pada pelajaran 19-4. مُدَرِّسٌ /mudarrisun/ (seorang guru laki-laki) memiliki bentuk jamak مُدَرِّسُونَ /mudarrisūna/ dalam kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) atau مرفوع. Pada kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور dan kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) atau منصوب bentuk jamaknya adalah مُدَرِّسِينَ /mudarrisīna/. Salah satu aturan untuk bilangan 3 sampai 10 yaitu kata benda setelah bilangan harus dalam bentuk jamak dengan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور.
Komentar
Posting Komentar