Pelajaran 30-8
Latihan - تدريب
Pada bagian ini kita akan menyajikan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman Anda mengenai aturan-aturan yang telah kita pelajari Insya Allah.
Klik tanda (√) yang berada di bawah pilihan yang benar yang berhubungan dengan setiap kalimat berikut. Setelah menyelesaikan semua pertanyaan, klik tombol Mark (Nilai) untuk melihat jawaban yang benar dan memperoleh nilai Anda.
|
اخْتَرِ نَوْعَ التَّأْنِيثِ لِكُلٍّ منَ الأفْعَالِ الآتِيَةِ
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||
ِغَابَتْ سُعَادُ عَنِ الْمَدْرَسَة
غَابَتْ /ḡābat/ (dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ)) tidak masuk) dengan kata ganti tertambat berupa huruf ta harakat sukun (تْ) yang menandai bahwasanya kata kerja tersebut bentuk lampau (فِعْلٌ مَاض). Kata kerja ini berkolokasi dengan kata depan عَن /ʿan/ (dari, tentang). Harakat sukun berubah menjadi harakat kasrah setelah diikuti oleh kata benda berawalan artikel terdefinisi al (ال).
سُعَادُ adalah nama perempuan dan merupakan feminim sejati. Jadi kata kerjanya merupakan feminim wajib (مؤنث وجوبا).
زَارَتْ سُعَادُ صَدِيْقَتَهَا
زَارَتْ /zārat/ (dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ)) mengunjungi (saat lampau)) bentuk dasarnya adalah زَارَ /zāra/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) mengunjungi (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (فِعْل مُعْتَل) (pelajaran 32). Jenis kata kerja adalah kata kerja ajwaf (أَجْوَفُ) yang ditandai oleh posisi huruf alif (ا) di tengah kata. Huruf alif (ا) dihilangkan atau berganti ke huruf waw (و) pada beberapa perubahan. Misal pada kata زُرْتُ /zurtu/ (saya mengunjungi (saat lampau)) huruf alif tengahnya dihilangkan atau pada kata أَزُورُ /ʾazūru/ (saya mengunjungi (secara rutin)) huruf tengah alif digantikan dengan huruf waw (و).
صدِيقَتَها (sahabat dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ)) adalah ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2).
سُعَادُ adalah nama perempuan dan merupakan feminim sejati. Jadi kata kerjanya merupakan feminim wajib (مؤنث وجوبا).
أَعْطَى الْمُدَرِّسُ سُعَادَ هَدِيَّةً
أَعْطَى /ʾaʿṭā/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) memberi (saat lampau)) merupakan kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) (pelajaran 32) yang ditandai oleh huruf alif maksurah (ى) di akhir kata. Kata kerja ini disebut jenis kata kerja nāqiŝ (نَاقِصٌ). Pada beberapa perubahan, huruf alif maksurah berubah menjadi huruf ya (ي) seperti أَعْطَيْتُ /ʾaʿṭaytu/ (saya memberi (saat lampau)) atau dihilangkan seperti أَعْطَتْ /ʾaʿṭat/ (dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ)) memberi (saat lampau)).
Perhatikan harakat akhir kata سُعَادَ /suʿāda/ (Suad) dan kata هَدِيَّةً /hadiyyatan/ memiliki harakat fathah. Artinya setelah kata kerja أَعْطَى /ʾaʿṭā/ ada dua objek yang menyertainya yang ditandai harakat fathah (pelajaran 4-12).
الْمُدَرِّسُ /al-mudarrisu/ (guru laki-laki) menggunakan kata kerja maskulin wajib (مذكر وجوبا).
جَاءَتِ الْيَوْمَ مِنَ السَّفَرِ أُمِّي
جَاءَتْ /jāʾat/ (dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ)) datang (saat lampau)) ditandai dengan akhiran huruf ta harakat sukun (تْ). Harakat sukun berubah menjadi harakat kasrah setelah kata ini diikuti oleh kata benda terdefinisi yang berawalan artikel al (ال).
أُمِّي (ibu saya) adalah feminim sejati. Karena pelaku kata kerja tidak berada persis setelah kata kerja maka kata kerjanya diperbolehkan feminim atau maskulin (جائز التأنيث والتذكير).
كَانَتِ الْمَدِيْنَةُ مُزْدَحِمَةً
الْمَدِينَةُ /al-madīnatu/ (kota) bukanlah feminim sejati (bukan makhluk hidup yang bisa melahirkan atau bertelur). Karena itu kata kerjanya diperbolehkan feminim atau maskulin (جائز التأنيث والتذكير).
كَانَ /kāna/ (dia (laki-laki) adalah (saat lampau)) merupakan kata kerja tidak beraturan (فِعْل مُعْتَل) (pelajaran 32) yang ditandai oleh huruf alif (ا) tengah yang disebut kata kerja ajwaf. Pada beberapa perubahan, huruf Alif tengah dihilangkan atau berubah menjadi huruf waw (و). Kata ini banyak terdapat dalam Al Qur'an seperti كُنْتُ /kuntu/ (saya adalah (saat lampau)); يَكُونُ /yakūnu/ (dia (laki-laki) adalah (secara rutin)); كَانُوا /kānū/ (mereka (laki-laki) adalah (saat lampau)); كُنْتُمْ /kuntum/ (kalian (laki-laki) adalah (saat lampau)). Lihat ayat berikut:
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ ۙ فَزَا دَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka (adalah) berdusta." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10)
وَاِ نْ کُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَا دْعُوْا شُهَدَآءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Dan jika kamu (sekalian adalah) meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu (sekalian adalah) orang-orang yang benar." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 23)
Perhatikan di sini kita melihat terjemahannya adalah kamu. Maksudnya kamu sekalian bukan kamu untuk satu orang. Jadi Al Qur'an menantang untuk BANYAK orang bukan hanya untuk satu orang.
Contoh lain:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَکُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَاۤ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِ ۗ وَاِ نْ كَا نَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَا نَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِا لنَّا سِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu (sekalian) menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) (dia) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (tunggal dalam ini Muhammad ﷺ) berkiblat kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu (adalah) sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah (adalah) tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143). Jelasnya lihat tafsir Ibnu Katsir..
فَرِحَ النَّاسُ بِنُزُوْلِ الْمَطَر
نَاسٌ /nāsun/ (manusia) adalah kata yang hanya dalam bentuk jamak. Kata kerja dari kata benda ini diperbolehkan feminim atau maskulin (جائز التأنيث والتذكير) karena diidentikan dengan kata benda bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ).
بِنُزُوْلِ الْمَطَر (dengan turunnya hujan) merupakan frasa kata depan (بِ) (dengan). Kata benda setelahnya berharakat kasrah yang dikenal dengan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور (pelajaran 4-3). Frasa نُزُوْلِ الْمَطَر adalah kata gabungan (إضَافَةُ) yang dibahas pada bahasan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (lihat aturannya pada pelajaran 5-2). Kata نُزُولٌ /nuzūlun/ (penurunan ; penjatuhan) adalah jamak dari نُزْلٌ /nuzlun/.
اَلْمُدَرِّسُوُنَ يُحِبُّوْنَ الطَّالِبَ الْمُجْتَهِدَ
اَلْمُدَرِّسُوُنَ (para guru) merupakan kata benda jamak beraturan (جَمْعٌ سَالِمٌ) (pelajaran 13) karena itu kata kerja dari kata benda ini adalah maskulin wajib (مذكر وجوبا).
الطَّالِبَ الْمُجْتَهِدَ (siswa yang rajin) merupakan klausa kata sifat (النَّعْتُ والْمَنْعُوتُ) (pelajaran 9). Kata benda dan kata sifat memiliki gender yang sama, kasus yang sama, artikel yang sama (terdefinisi (مَعْرِفَة) atau tidak terdefinisi نَكِرَة) dan sebagainya. Artinya kata sifat mengikuti aturan yang sama dengan kata benda yang dijelaskan (pengecualian untuk kata benda jamak tidak rasional (غَيْرُ عَاقِلٍ) (pelajaran 17)
اَلْأُمُ تُحِبُّ أَوْلَادَهَا
أُمٌّ /ʔummun/ (ibu) adalah feminim sejati karena itu kata kerjanya adalah feminim wajib (مؤنث وجوبا).
أَوْلَادٌ /ʾawlādun/ (anak-anak) adalah bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari وَلَدٌ /waladun/.
يَحْتَاجُ الْأَطْفَالُ إِلَى اهْتِمَامِ الْوَالِدَيْنِ
يَحْتَاجُ /yaḥtāju/ (dia (laki-laki)) membutuhkan) adalah kata kerja bentuk sekarang (فِعْل مُضَارِع) yang bentuk dasarnya adalah اِحْتَاجَ /iḥtāja/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) membutuhkan (saat lampau)). Kata kerja ini berkolokasi dengan kata depan إلى /ilā/ (ke; pada)
أَطْفَالٌ /ʾaṭfālun/ (anak-anak) adalah bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari طِفْلٌ /ṭiflun/ karena itu kata kerjanya diperbolehkan feminim atau maskulin (جائز التأنيث والتذكير).
Frasa اهتِمَام الوَالدَيْنِ / (perhatian kedua orang tua) pada إلى اهتِمَامِ الوَالدَيْنِ merupakan kata gabungan (إضَافَةُ) yang dibahas pada bahasan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2). Kata الوَالدَيْنِ merupakan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) atau مجرور (pelajari juga dualis pada pelajaran 18-2 dan kasus-kasusnya).
يَقُومُ الآباء بِرِعايَةِ أبنائِهِم
يَقُومُ /yaqūmu/ (dia (laki-laki) melakukan) adalah kata kerja bentuk sekarang (فِعْل مُضَارِع) yang bentuk dasarnya adalah قَامَ /qāma/ (dia (laki-laki/ maskulin (مُذَكَّر)) melakukan (saat lampau)). Pada perubahan yang terlihat, huruf Alif (ا) pada kata kerja dasar berubah menjadi huruf waw (و). Pada perubahan lain huruf Alif dihilangkan, misal pada kata قُمْتُ /qumtu/ (saya melakukan (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل), lihat pelajaran 32.
آبَاءٌ /ʾābāʾun/ (para ayah) adalah bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari أَبٌ /ʾabun/ karena itu kata kerjanya diperbolehkan feminim atau maskulin (جائز التأنيث والتذكير).
بِرِعايَةِ أبنائِهِم (dengan perhatian kepada anak-anak mereka) merupakan frasa kata depan (جار ومجرور) dimana frasa رِعايَةِ أبنائِهِم merupakan kata gabungan (إضَافَةُ) dalam bahasan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2).
أَبْنَاءٌ /ʾabnāʾun/ (anak-anak) adalah bentuk jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari اِبْنٌ /ibnun/)
يَهْتَمُّ بِنَظَافَةِ الْأبْنَاءِ الْأُمُّ
يَهْتَمُّ /yahtammu/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) memperhatikan) adalah kata kerja bentuk sekarang (فِعْل مُضَارِع) yang bentuk dasarnya adalah اِهْتَمَّ /ihtamma/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) memperhatikan (saat lampau)).
بِنَظَافَةِ الْأبْنَاءِ (pada kebersihan / kesehatan diri anak-anak) merupakan frasa kata depan بِ (pada; dengan). Frasa نَظَافَةِ الْأبْنَاءِ adalah kata gabungan (إضَافَةُ) yang merupakan bahasan ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2).
الْأُمُّ (ibu) adalah feminim sejati. Karena pelaku kata kerja tidak berada persis setelah kata kerja maka kata kerjanya diperbolehkan feminim atau maskulin (جائز التأنيث والتذكير).
Komentar
Posting Komentar