Pelajaran 30-1

PELAJARAN BAHASA ARAB

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Bagian
 1   2   3   4   5   6   7   8   9 

Pelajaran 30 – الدَّرْسُ الثَّلاثُونَ

Maskulinitas  dan Feminimisasi Kata Kerja - تَذْكِيرُ الْفِعْلِ وَتَأْنِيثُهُ

Pendahuluan – مُقَدِّمَةٌ

Ini merupakan pelajaran tiga puluh pada kursus Bahasa Arab gratis kita. Kursus Bahasa Arab ini disertai gambar dan audio akan membantu Anda mempelajari Bahasa Arab.

Pada pelajaran sebelumnya dari kursus ini, kita mempelajari kata benda Arab maskulin dan kata benda Arab feminim dan mengenal tanda-tanda yang membedakan antara kata benda maskulin dan kata benda feminim. Di sini kita akan melakukan hal yang sama dengan kata kerja. Kata kerja seperti halnya kata benda, dipengaruhi oleh aturan-aturan  maskulinitas dan feminimisasi sesuai pelaku kata kerja. Kadang-kadang pelaku kata kerja menyebabkan kata kerja feminim – yaitu selalu feminim, seperti pada contoh berikut: 

Gambar
Terjemahan 
Arab
The Arab woman plays an important role in the formation of the family
Wanita Arab memainkan peranan yang penting dalam pembentukan keluarga
تَقُوْمُ الْمَرْأَةُ الْعَرَبِيَّةُ بِدَوْرٍ مُهِمٍّ فِيْ تَكْوِيْنِ الْأُسْرَةِ¹
The university helps the youth draw their country’s future

Universitas membantu para pemuda dalam mewujudkan masa depan negara mereka
الْجَامِعَةُ تُسَاعِدُ الشَّبَابَ فِيْ تَكْوِيْنِ مُسْتَقْبَلِ  بَلَدِهِمْ²
The girls and boys participated in the contest
Anak perempuan dan anak lelaki berpatisipasi dalam perlombaan 
اِشْتَرَكَتِ الْبَنَاتُ مَعَ الأََوْلَادِ فِي الْمُسَابَقَةِ³
Dalam kasus-kasus lain pelaku kata kerja menjadikan kata kerja sebagai feminim atau maskulin.

Terjemahan
Kata Kerja Maskulin
الفِعْلُ الْمُذَكَرُ
Kata Kerja Feminim
الفِعْلُ الْمُؤَنَثُ
Arabs disagreed, thus their influence waned
Negara-negara Arab berselisih karena itu kekuatan mereka melemah
اِفْتَرَقَ الْعَرَبُ فَضَعُفَتْ قُوَّتُهُمْ
اِفْتَرَقَتِ الْعَرَبُ فَضَعُفَتْ قُوَّتُهُمْ
Fatima attended the lesson today

Fatimah menghadiri pelajaran hari ini

حَضَرَ الدَّرْسَ الْيَوْمَ فاطِمَةُ
حَضَرَتِ الدَّرْسَ الْيَوْمَ فَاطِمَةُ

Karena itu, kita harus mempelajari tiga hal penting:
  1. Kapan pelaku kata kerja menjadikan sebuah kata kerja feminim.
  2. Kapan pelaku kata kerja menjadikan sebuah kata kerja maskulin.
  3. Kapan pelaku kata kerja menjadikan sebuah kata kerja feminim atau maskulin.
Kita juga akan mempelajari ciri-ciri feminimisasi kata kerja bentuk sekarang dan kata kerja bentuk lampau.

Terjemahan kalimat feminim
 مُؤَنَّثٌ
Kalimat feminim
Terjemahan kalimat maskulin
مُذَكَّر
Kalimat maskulin
 The girl came early
Anak perempuan tersebut datang lebih awal
حَضَرَتِ الْبِنْتُ مُبَكِّرةً
The boy came early

Anak laki-laki tersebut datang lebih awal

حَضَرَ الْوَلَدُ مُبَكِّراً
The female student writes with a pen

Siswi tersebut menulis dengan sebuah pena

تَكْتُبُ الطَّالِبَة بِالقَلَمِ
The male student writes with a pen
Siswa tersebut menulis dengan sebuah pena
يَكْتُبُ الطَّالِبُ بِالْقَلَمِ

The mother does her duty towards her family

Ibu melakukan kewajibannya terhadap keluarganya
أَدَّتِ الْأُمُّ مَا عَلَيْهَا لِأُسْرَتِهَا
The father does his duty towards his family
Ayah melakukan kewajibannya terhadap keluarganya
أَدَّى الْأَبُ مَا عَلَيْهِ لِأُسْرَتِهِ


Catatan:
  1. تَقُومُ /taqūmu/ (dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ) melakukan) adalah kata kerja bentuk sekarang (فِعْل مُضَارِع) (pelajaran 11-4) yang bentuk dasarnya adalah قَامَ /qāma/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر) melakukan (saat lampau)). Kata kerja ini berkolokasi dengan kata depan بِ /bi/ (dengan) dan termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ) yang dibahas pada pelajaran 32.


    دَوْرٌ /dawrun/ (peranan) adalah kata benda verbal (مَصْدَر) dari kata kerja دَارَ /dāra/. Kata benda verbal ini dibahas pada pelajaran 36-3.


    الْمَرْأَةُ الْعَرَبِيَّةُ (wanita arab) dan دَوْر مُهِم (peranan penting) adalah klausa kata sifat (النَّعْتُ والْمَنْعُوتُ) (pelajaran 9).


    تَكْوِينٌ /takwīnun/ (membentuk) adalah kata benda verbal (مَصْدَر) dari kata kerja كَوَّنَ /kawwana/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) membentuk (saat lampau)).


    تَكْوِيْن الْأُسْرَةِ (membentuk keluarga) adalah kata gabungan (إضَافَةُ) yang dibahas pada ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) pada pelajaran 5-2. Silakan rujuk kembali pelajaran 5-2 untuk mengetahui istilah dan aturan-aturannya.


  2. شَبَابٌ /šabābun/ (pemuda) adalah kata benda verbal (مَصْدَر) dari kata kerja شَبَّ /šabba/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) menjadi seorang dewasa muda (saat lampau)).


    Pada تَكْوِيْن مُسْتَقْبَلِ  بَلَدِهِمْ (mewujudkan masa depan negara mereka) adalah tiga kata gabungan (إضَافَةُ) atau ungkapan kepemilikan (إضَافَةُ) (pelajaran 5-2). Yang pertama adalah frasa تَكْوِيْن مُسْتَقْبَلِ yang bentuk asalnya adalah تَكْوِيْن الْمُسْتَقْبَلِ (mewujudkan masa depan). تَكْوِيْن (mewujudkan) berfungsi sebagai mudhof (مُضَاف⁩) dan الْمُسْتَقْبَلِ (masa depan) berfungsi sebagai mudhof ilaihi (⁧مُضَاف إِلَيْه⁩). Mudhof (مُضَاف⁩) harus memiliki harakat tunggal berupa fathah, kasrah atau đammah (sesuai posisinya dalam kalimat) tanpa diawali kata sandang terdefinisi al (ال). Penghilangan al (ال) pada kata مُسْتَقْبَلِ (masa depan) karena kata ini berfungsi sebagai mudhof (مُضَاف⁩) pada kata gabungan (إضَافَةُ) kedua yaitu مُسْتَقْبَل الْبَلَدِ (masa depan negara). Begitupun pada kata gabungan (إضَافَةُ) ketiga yaitu بَلَدِهِمْ (negara mereka) dimana بَلَد (negara) berfungsi sebagai mudhof (مُضَاف⁩). 


  3. بَنَاتٌ /banātun/ (anak-anak perempuan) adalah jamak dari بِنْتٌ /bintun/ dan أَوْلَادُ /ʾawlādun/ (anak-anak laki-laki) adalah jamak tidak beraturan (جَمْعٌ تَكْسِيرٍ) dari وَلَدٌ /waladun/ (pelajaran 13-1).


  4. أَدَّى /ʔaddā/ (dia (laki-laki / maskulin (مُذَكَّر)) melakukan (saat lampau)) merupakan kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ) (dibahas pada pelajaran 32) yang ditandai oleh alif maksurah (ى). Dalam bentuk feminim (الْمُؤَنَّثُ) tunggal bentuk lampau (فِعْلٌ مَاض) berubah menjadi أَدَّتْ /ʔaddat/ (dia (perempuan / feminim (مُؤَنَّثُ)) melakukan (saat lampau)) 

Daftar Isi


Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2