Pelajaran 38-1

 PELAJARAN BAHASA ARAB

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


 Bagian
 1   2   3   4   5   6   7   8 

Pelajaran 38 – الدَّرْسُ الثَّامِنُ وَالثَّلاثُونَ

Ketidakberubahan kata kerja bentuk sekarang – بِنَاءُ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ

Pendahuluan - مُقَدِّمَةٌ

Ini adalah pelajaran tiga puluh delapan pada kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini disertai gambar dan audio akan membantu Anda mempelajari bahasa Arab.

Kita belajar pada Pelajaran 25 bahwa kata-kata yang bisa berubah adalah kata-kata yang akhirannya bisa diganti sesuai dengan fungsi/posisinya dalam kalimat. Perhatikan contoh-contoh berikut yang berhubungan dengan kata-kata yang bisa berubah:

Fungsi/ Posisi gramatikal
الوَظِيفَةُ / الْمَوْقِعُ الإعْرَابيُّ
Harakat huruf terakhir
حَرَكَةُ الحَرْفِ الأخِيرِ
Kata yang bisa berubah
الْكَلِمَةُ الْمُعْرَبَةُ
Kalimat
الْجُمْلَةُ
Terjemahan
Arab
Pelaku dalam kasus nominatif
(ــــُــــ)
Dhammah
الوَلَدُ
The boy attended the lesson
Anak laki-laki itu menghadiri pelajaran
حَضَرَ الوَلَدُ الدَّرْسَ
Objek langsung dalam kasus akusatif
(ــــَــــ)
Fatħah
الوَلَدَ

The mother likes (her) child

Sang ibu menyukai anaknya

تُحِبُّ¹ الأُمُّ الوَلَدَ
Kata benda genitif setelah kata depan
(ـــــِـــ)
Kasrah
الوَلَدِ

The mother takes care of

(her) child

Sang ibu merawat

 anak (nya)

تَعْتَنِي² الأُمُّ بالوَلَدِ

Kita juga belajar pada pelajaran 36 bahwa kata kerja bentuk sekarang, lazimnya (kebanyakan), bisa berubah, dan bisa berada dalam kasus indikatif (nominatif), atau dalam kasus akusatif atau dalam kasus jusif. Ketika berada dalam kasus indikatif (rafξ) kata tersebut lazimnya harus, ditandai oleh dhammah, sedangkan dalam kasus akusatif (Naŝb) kata tersebut ditandai oleh fatħah, dan kata tersebut ditandai, lazimnya, oleh Sukun, ketika berada dalam kasus jusif. Kita juga mengetahui penyebab dari setiap kasus: yaitu kata kerja berada dalam kasus indikatif (rafξ) jika kata kerja tersebut tidak didahului oleh salah satu partikel akusatif atau partikel jusif, dan kata kerja tersebut berada dalam kasus akusatif (Naŝb) atau kasus jusif (ĵazm ) jika didahului oleh kata sandang akusatif atau artikel jusif. Kita telah mengetahui mengenai kata sandang akusatif (أنْ، لَنْ) dan artikel jusif (لَمْ، لا النَّاهِيَة). Contoh tinjauan berikut dapat mengingatkan kembali apa yang Anda pelajari pada pelajaran tersebut:

Penyebab
السَّبَبُ
Tanda
الْعَلامَةُ
Kasus Gramatikal
الحَالَةُ الإعْرَابِيَّةُ
Kata Kerja
الْفِعْلُ
Kalimat
الْجُمْلَةُ
Terjemahan
Arab
Tidak ada artikel akusatif atau artikel jusif yang mendahului kata kerja
Dhammah
Indikatif
يَسْكُنُ
Adel lives in Egypt

Adel tinggal di Mesir

 عَادِلٌ يَسْكُنُ فِي مِصْرَ
Kata kerja didahului oleh kata sandang akusatif (أنْ)
Fatħah 
Akusatif
يَسْكُنَ

Adel will not live in Egypt

Adel tidak akan tinggal di Mesir

عَادِلٌ لَنْ يَسْكُنَ فِي مِصْرَ
Kata kerja didahului oleh kata sandang jusif (لَمْ)
Sukun
Jusif
يَسْكُنْ
Adel did not live in Egypt

Adel tidak tinggal di Mesir

عَادِلٌ لَمْ يَسْكُنْ فِي مِصْرَ

Di sisi lain, kita juga mempelajari pada Pelajaran 25 bahwa kata-kata yang tidak bisa berubah adalah kata-kata yang memiliki akhiran tetap tanpa memandang fungsi/posisi gramatikalnya dalam kalimat.

Perhatikan kata (مَنْ) yang berarti (siapa (menanyakan subjek) atau siapa (menanyakan objek)) dalam contoh berikut (sebagai tinjauan):

Penjelasan
Terjemahan
Arab
Kata (مَنْ) di sini adalah subjek nominatif, tetapi kata tersebut tidak bisa berubah pada sukun
Who is this?

Siapa ini?

مَنْ هذا؟
Kata (مَنْ) di sini adalah objek akusatif, tetapi kata tersebut tidak bisa berubah pada Sukun

Whom did you visit?

Siapa yang kamu kunjungi?

مَنْ زُرْتَ³؟
Kata (مَنْ) di sini adalah genitif Mudhaaf Ilayh (kata benda yang ditambahkan), tetapi tidak bisa berubah pada Sukun
Whose book is this?

Buku siapa ini?

كِتابُ مَنْ هذا؟ 

Pada pelajaran ini, kita akan mempelajari kasus-kasus di mana kata kerja sekarang tidak bisa berubah. Kita telah mempelajari bahwa kata kerja sekarang, lazimnya, bisa berubah. Kita telah mempelajari dan mempraktekkan tiga kasus perubahan pada pelajaran 36. Pada pelajaran ini kita akan mempelajari beberapa kasus perubahan kata kerja bentuk sekarang, insya Allah.

Kita akan mempelajari bahwa hanya ada dua kasus di mana kata kerja bentuk sekarang tidak bisa berubah.
  • Kasus pertama ketika.kata kerja tersebut  menyatu dengan kata ganti jamak feminin, jika memiliki akhiran tetap (Sukun) tanpa memandang posisi/ kasus gramatikalnya. Perhatikan contoh-contoh berikut:
Terjemahan
Arab

The believers treat their husbands with kindness

Orang-orang beriman tersebut (perempuan) memperlakukan suami mereka dengan kebaikan

الْمُؤْمِنَاتُ يُعَامِلْنَ أَزْوَاجَهُنَّ مُعَامَلَةً كَرِيْمَةً

The girls play with the ball in the sporting club

Anak-anak perempuan itu bermain bola di klub olahraga

الْبَنَاتُ يَلْعَبْنَ الْكُرَةَ فِي النَّادِي

The (female) doctors examine the patients

Dokter (perempuan) memeriksa para pasien

الطَّبِيبَاتُ يَفْحَصْنَ الْمَرْضَى
  • Kasus kedua di mana kata kerja bentuk sekarang tidak bisa berubah, adalah ketika kata kerja tersebut disatukan ke huruf nun penegas (إن شاء الله akan dibahas pada pelajaran 38-5). Dalam hal ini kata kerja sekarang tidak bisa diubah pada Fatħah pada huruf terakhirnya, tanpa memandang posisinya atau tanpa memandang kasus gramatikalnya.
Indeed, the student have to write the lesson

Memang, siswa harus menulis pelajaran

لَيَكْتُبَنَّ الطَّالِبُ الدَّرْسَ


Indeed, the student have to get up early

Memang, siswa harus bangun pagi

لَيَسْتَيْقِظَنَّ الطَّالِبُ مُبَكِّرًا

Indeed, the child have to follow (listen) the advice of his father

Memang, anak itu harus mengikuti (mendengarkan) nasihat ayahnya

لَيَسْمَعَنَّ الولَدُ نَصِيحَةَ أَبِيهِ

Catatan::
  1. تُحِبُّ‎ /tuḥibbu/ (dia (perempuan) mencintai) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah أَحَبَّ /ʾaḥabba/ (dia (laki-laki) mencintai (saat lampau)).

  2. تَعْتَنِي /taʿtanī/ (dia (perempuan) merawat) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah اِعْتَنَى /iʿtanā/ (dia (laki-laki) merawat (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja bentuk tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) yang ditandai oleh huruf ya (ي) atau huruf Alif maksurah (ى) di akhir kata (pelajaran 32).

  3. زُرْتَ /zurta/ (kamu (laki-laki) mengunjungi (saat lampau)) merupakan kata kerja dengan bentuk dasar زَارَ /zāra/ (dia (laki-laki) mengunjungi (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) yang ditandai oleh huruf Alif (ا) di tengah kata (pelajaran 32).

  4. أَزْوَاجٌ /ʾazwājun/ (para suami) adalah bentuk jamak dari زَوْجٌ /zawjun/.

    يُعَامِلْنَ /yuʿāmilna/ (mereka (perempuan) memperlakukan) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah عَامَلَ /ʿāmala/ (dia (laki-laki) memperlakukan (saat lampau)). Kata benda verbal/ gerund (مَصْدَر) dari kata kerja ini adalah مُعَامَلَةٌ /muʿāmalatun/ (pelajaran 36-3).

    كَرِيمٌ /karīmun/ = pemurah ; dermawan; baik hati; terhormat.

  5. يَلْعَبْنَ /yalʿabna/ (mereka (perempuan) bermain) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah لَعِبَ /laʿiba/ (dia (laki-laki) bermain).

    النَّادِي‎ /an-nādī/ (klub tersebut) merupakan kata benda bentuk terdefinisi (إِسْمُ الْمَعْرِفَة) pada kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) dan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر). Bentuk tidak terdefinisinya (إِسْمُ النَكِرَة) adalah نَادٍ /nādin/ untuk kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) dan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر).

  6. مَرْضَى /marḍā/ (para pasien) adalah jamak dari مَرِيضٌ /marīḍun/. Bentuk jamak ini termasuk kata benda berharakat tunggal (اَلْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ) (lihat pelajaran 21). Bentuk jamak kata benda ini sama untuk semua kasus (الإعْرَابُ), baik kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع), kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) ataupun kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب).

  7. لَيَسْتَيْقِظَنَّ /layastayqiẓanna/ (sungguh, dia (laki-laki) harus bangun) merupakan kata kerja bentuk sekarang dengan nun penegas. Bentuk dasar atau bentuk lampau kata kerja ini adalah اِسْتَيْقَظَ /istayqaẓa/ (dia (laki-laki) bangun (saat lampau)). Kata kerja bentuk sekarang orang ketiga tunggal maskulin ini berakhiran dammah tanpa nun penegas berbentuk seperti يَسْتَيْقِظُ /yastayqiẓu/ (dia (laki-laki) bangun (secara rutin)).

  8. لَيَسْمَعَنَّ /liyasmaʿanna/ (sungguh, dia (laki-laki) harus mendengarkan) merupakan kata kerja bentuk sekarang dengan nun penegas. Bentuk dasar atau bentuk lampau kata kerja ini adalah سَمِعَ /samiʿa/ (dia (laki-laki) mendengarkan (saat lampau)). Kata kerja bentuk sekarang orang ketiga tunggal maskulin ini berakhiran dammah tanpa nun penegas seperti لَيَسْمَعَنَّ /yasmaʿu/ (dia (laki-laki) mendengarkan (secara rutin)).

    Ungkapan kepemilikan (إضَافَة) (lihat pelajaran 5-2) نَصِيحَةُ أَبِيهِ /naṣīḥatu ʾabiīhi/ (nasihat ayah dia) terlihat kata أَبٌ /ʾabun/ (ayah) mengalami penambahan huruf ya dengan sukun (يَ) dalam kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) (lihat aturannya pada pelajaran 10-4 mengenai Lima kata benda - الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ).


Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Twitter dan di Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2