Pelajaran 38-5

 PELAJARAN BAHASA ARAB

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


 Bagian
 1   2   3   4   5   6   7   8 

Pelajaran 38 – الدَّرْسُ الثَّامِنُ وَالثَّلاثُونَ

Ketidakberubahan kata kerja bentuk sekarang – بِنَاءُ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ

Kata kerja bentuk sekarang yang tidak bisa berubah pada Fatħah –بِناءُ الفِعْلِ الْمُضَارِعِ عَلَى الْفَتْحَةِ

Mari kita lanjutkan mempelajari bahasa Arab melalui kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini berisi tata bahasa Arab, sintaksis bahasa Arab, morfologi bahasa Arab, dan lain sebagainya.

Kasus kedua (di mana kata kerja Arab bentuk sekarang tidak bisa berubah) terjadi ketika disatukan (secara langsung) ke huruf nun penegas (نُونُ التَّوْكِيدِ). Huruf nun penegas berbeda dengan huruf nun jamak feminim (نُونُ النِّسْوَةِ) pada dua aspek penting:

1. Huruf nun jamak feminim ditandai dengan Fatħah, sedangkan huruf nun penegas  ditandai dengan Shaddah dan Fatħah.  Perhatikan contoh-contoh berikut:

Kata kerja dengan Nun jamak feminim
Kata kerja dengan huruf nun penegas
Terjemahan
Arab 
Terjemahan
Arab

They (fem.) think

Mereka (perempuan) berpikir

¹هُنَّ يَحْسَبْنَ

Indeed, don’t think

Sungguh, jangan berpikir
لا تَحْسَبَنَّ

2. Perbedaan kedua antara nun jamak feminim dan nun penegas adalah artinya;  yang pertama adalah kata ganti yang merujuk pada (mereka, jamak feminim), sedangkan yang kedua memberi kalimat tersebut makna kepastian atau penegasan. Perhatikan contoh-contoh berikut:

Kata kerja dengan Nun jamak feminim
Kata kerja dengan huruf nun penegas

The female students don’t think that the teacher is absent

Siswa perempuan tidak berpikir bahwa gurunya tidak hadir

الطَّالِباتُ لا يَحْسَبْنَ الْمُدَرِّسَ غَائِبًا

Indeed, don’t think that Allaah is unaware of what the wrong-doers do.

Sungguh, jangan mengira bahwa Allah tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim

لا تَحْسَبَنَّ الله غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُون²

Ketika kata kerja bentuk sekarang disatukan (langsung) ke huruf nun penegas, kata kerja tersebut tidak bisa berubah pada Fatħah. Perhatikan contoh-contoh berikut:

Terjemahan
Arab

Indeed, the student must write the lesson

Memang, siswa harus menulis pelajaran
لَيَكْتُبَنَّ الطَّالِبُ الدَّرْسَ

Indeed, the student must get up early

Memang, mahasiswa harus bangun pagi
لَيَسْتَيْقِظَنَّ³ الطَّالِبُ مُبَكِّراً

Indeed, the child must listen to his father’s advice

Memang, anak harus mendengarkan nasihat ayahnya

⁴لَيَسْمَعَنَّ الولَدُ نَصِيحَةَ أَبِيهِ

Indeed, people must follow the right

Memang, manusia harus mengikuti yang benar

لَيَتَّبِعَنَّ النَّاسُ الحَقَّ

Indeed, the student must obey his professor, otherwise he will fail in his study

Memang, mahasiswa harus mematuhi dosennya, jika tidak ia akan gagal dalam studinya

لَيُطِيعَنَّ الطَّالِبُ أُسْتَاذَهُ أو لَيَفْشَلَنَّ فِي دِراسَتِهِ


Tabel berikut merangkum kata kerja yang digunakan pada kalimat di atas:

لَيَفْشَلَنَّ
لَيُطِيعَنَّ
لَيَتَّبِعَنَّ
لَيَكْتُبَنَّ
Kata Kerja

Indeed, he will fail

Memang, dia akan gagal

Indeed, he should obey

Memang, dia harus patuh

Indeed, he should follow

Memang, dia harus mengikuti

Indeed, he should write

Memang, dia harus menulis

 Arti

Kita perhatikan bahwa setiap kata kerja dalam tabel yang disebutkan di atas terdiri dari tiga bagian sebagai berikut:

Komponen
Kata Kerja
Nun penegas
نونُ التَّوْكِيدِ
Bentuk sekarang
Lam penegas
لامُ التَّوْكِيدِ
نَّ

يَكْتُب

لَ
لَيَكْتُبَنَّ
نَّ

يَتَّبِعَ

لَ

لَيَتَّبِعَنَّ

نَّ

يُطِيعَ

لَ
لَيُطِيعَنَّ
نَّ

يَفْشَلَ

لَ
لَيفْشَلَنَّ

Dalam struktur ini, tidak wajib untuk menempatkan Lam penegasan لامُ التَّوْكِيد di depan setiap kata kerja, melainkan kita dapat menempatkan La larangan لا النَّاهِيَة, La negasi لا النَّافِية atau partikel serupa lainnya. Aturan umumnya adalah kita tidak menggunakan nun penegas نونُ التَّوْكِيدِ tanpa partikel apa pun (negasi, larangan, pertanyaan, atau permintaan) seperti yang akan kita pelajari pada pelajaran ini.

Penyatuan langsung antara kata kerja bentuk sekarang dan huruf nun penegas نونُ التَّوْكِيدِ menyebabkan kata kerja bentuk sekarang menjadi tidak bisa berubah pada Fatħah, yaitu kata kerja harus ditandai dengan Fatħah dalam ketiga kasus gramatikal (indikatif, akusatif, dan nominatif). Oleh karena itu partikel akusatif (seperti أنْ، لَنْ) dan partikel jusf (seperti لَمْ، لا النَّاهية) tidak mempengaruhi kata kerja dalam kasus ini.

Perhatikan contoh-contoh berikut:

Terjemahan 
Arab

Indeed, I will not play with you (anymore) after today

Sungguh, saya tidak akan bermain dengan Anda (lagi) setelah hari ini

لَنْ أَلْعَبَنَّ مَعَكَ بَعْدَ اليَوْم

Indeed, I will not go to the market today

Sungguh, saya tidak akan pergi ke pasar hari ini

لَنْ أذْهَبَنَّ إلَى السُّوقِ اليَوْم

O, Muhammad, indeed, don’t get out of your home today

Wahai Muhammad, sebaiknya, jangan keluar dari rumahmu hari ini

يا مَحُمَّدُ لا تَخْرُجَنَّ اليَوْمَ مِنَ البَيْتِ


Kita perhatikan bahwa kata kerja dalam contoh yang disebutkan di atas adalah masing-masing (أَلْعَبَنَّ، أذْهَبَنَّ، تَخْرُجَنَّ).  Setiap kata kerja ditandai dengan Fatħah pada akhirannya, tanpa memandang partikel akusatif atau partikel jusif yang mengawalinya.

Catatan:
  1. يَحْسَبْنَ‎ /yaḥsabna/ (mereka (perempuan) berpikir) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah حَسِبَ /ḥasiba/ (dia (laki-laki) berpikir (saat lampau)).

  2. عَمَّا /ʿammā/ (dengan apa) merupakan kata sambung yang berasal dari عَنْ‎ /ʿan/ (tentang) +‎ مَا‎ /mā/ (apa(-apa))

    يَعْمَلُ‎ /yaʿmalu/ (dia (laki-laki) melakukan/mengerjakan) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah عَمِلَ /ʿamila/ (dia (laki-laki) melakukan/mengerjakan (saat lampau)).

  3. يَسْتَيْقِظُ‎ /yastayqiẓu/ (dia (laki-laki) bangun) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah اِسْتَيْقَظَ /istayqaẓa/ (dia (laki-laki) bangun (saat lampau)).

  4. سَمِعَ /samiʿa/ = dia (laki-laki) mendengar (saat lampau) 

    نَصِيحَةُ أَبِيهِ /naṣīḥatu abīhi/ (nasihat ayahnya) merupakan ungkapan kepemilikan (pelajaran 5). Kata أَبٌ /ʾabun/ pada أَبِيهِ /abīhi/ (ayahnya) memiliki kasrah dan diikuti huruf ya (ي) karena majrūr yang berfungsi sebagai (مُضَافٌ إِلَيْه) pada ungkapan kepemilikan (إضَافَة) (lihat pelajaran 5). Kata ini termasuk satu dari lima kata benda (الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ) (lihat aturannya pada pelajaran 10-4).

  5. يَتَّبِعُ‎ /yattabiʿu/ (dia (laki-laki) mengikuti) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah اِتَّبَعَ /ittabaʿa/ (dia (laki-laki) mengikuti (saat lampau)).

    نَاسٌ /nāsun/ (manusia) adalah bentuk jamak dari إِنْسَانٌ /ʾinsānun/.

  6. يُطِيعُ /yuṭīʿu/ (dia (laki-laki) mematuhi) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah أَطَاعَ /ʾaṭāʿa/ (dia (laki-laki) mengikuti (saat lampau)). Kata kerja ini termasuk kata kerja tidak beraturan (الْفِعْلُ الْمُعْتَل) yang ditandai oleh huruf Alif (ا) atau huruf ya (ي) di tengah kata (lihat pelajaran 32). 

    يَفْشَلُ /yafšalu/ (dia (laki-laki) gagal) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah فَشِلَ /fašila/ (dia (laki-laki) gagal (saat lampau)).


Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Twitter dan di Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2