Pelajaran 38-7
Latihan – تَدْرِيبٌ
|
|
||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||
المُهَنْدِسَاتُ يَكْتُبْنَ التَّقَارِيرَ عَنِ الْمَشْرُوعِ
Female engineers write reports on the project
Para insinyur wanita menulis laporan tentang proyek tersebut
تَقَارِيرُ /taqārīru/ (laporan) adalah bentuk jamak dari تَقْرِيرٌ /taqrīrun/.
لا تَحْسَبَنَّ النَّاسَ أَضْعَفَ مِنْكَ
Indeed, do not think that people are weaker than you
Sungguh, jangan mengira bahwa orang lain lebih lemah dari Anda
تَحْسَبُ /taḥsabu/ (kamu (laki-laki) berpikir) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah حَسِبَ /ḥasiba/ (dia (laki-laki) berpikir (saat lampau)).
نَاسٌ /nāsun/ (manusia) adalah bentuk jamak dari إِنْسَانٌ /ʾinsānun/.
أَضْعَفُ /ʾaḍʿafu/ (lebih lemah) adalah kata sifat yang merupakan bentuk elatif dari ضَعِيفٌ /ḍaʿīfun/ (lemah). Bentuk elatif ini termasuk kata sifat berharakat satu (lihat pelajaran 21).
لأنَامَنَّ حَتَّى الصَّبَاحِ
Indeed, I have to sleep till the morning
Memang, saya harus tidur sampai pagi
لِمَاذَا لا تَسْتَيْقِظُونَ مُبكرينَ يَا طُلابُ
Why don't you get up early, students?
Mengapa kalian tidak bangun pagi, wahai para siswa?
تَسْتَيْقِظُونَ /tastayqiẓūna/ (mereka (laki-laki) bangun) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah اِسْتَيْقَظَ /istayqaẓa/
مُبكرينَ /mubakkirīna/ (pagi-pagi; lebih awal) merupakan kata sifat dalam bentuk jamak kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر). Pada kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) bentuknya adalah مُبكرونَ /mubakkirūna) yang merupakan bentuk jamak beraturan (جَمْعٌ سَالِم). Bentuk tunggalnya adalah مُبَكِّرٌ /mubakkirun/.
طُلَّابٌ /ṭullābun/ (para siswa) adalah bentuk jamak dari طَالِبٌ /ṭālibun/.
لَـيَسْمَعَنَّ الولَدُ نَصِيحَةَ أَبِيهِ
Indeed, the boy has to hear his father's advice
Memang, anak harus mendengar nasihat ayahnya
يَسْمَعُ /yasmaʿu/ (dia (laki-laki) mendengar) merupakan kata kerja bentuk sekarang yang bentuk dasar atau bentuk lampaunya adalah سَمِعَ /samiʿa/ (dia (laki-laki) mendengar (saat lampau)).
نَصِيحَةُ أَبِيهِ /naṣīḥatu abīhi/ (nasihat ayahnya) merupakan ungkapan kepemilikan (الإضَافَةُ) (lihat pelajaran 5-2). Kata أَبٌ /ʾabun/ (seorang ayah) berubah menjadi أَبِي /ʾabī/ karena berfungsi sebagai pemilik (مُضَافٌ إِلَيْه) dalam posisi majrūr atau kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) (lihat pelajaran 10-4 dengan topik lima kata benda (الأَسْمَاءُ الْخَمْسَة)).
Komentar
Posting Komentar