Pelajaran 34-3
Latihan – تَدْرِيبٌ
Pada bagian ini kita akan menyajikan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman Anda mengenai aturan-aturan yang telah kita pelajari Insya Allah.
Klik tanda (√) di bawah pilihan yang benar yang berhubungan dengan setiap kalimat berikut. Setelah menyelesaikan semua pertanyaan, klik tombol Mark (Nilai) untuk melihat jawaban yang benar dan memperoleh nilai Anda.
|
أيُّ الأَفْعَالِ الآتيةِ مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُومِ وَأَيُّها مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ
|
|
| ||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||
سَمِعَ النَّاسُ الْأَذَانَ فَذَهَبُوْا إِلَى الصَّلَاةِ
The people heard the call to prayer, so they went to the prayer.
Orang-orang mendengar adzan, jadi mereka pergi untuk shalat.
ذَهَبُوا /ḏahabū/ (mereka (laki-laki) pergi) adalah kata kerja bentuk lampau orang ketiga jamak yang bentuk dasarnya juga dalam bentuk lampau yaitu ذَهَبَ /ḏahaba/ (dia (laki-laki) pergi). Ada pelaku dalam kalimat ini yaitu النَّاسُ /an-nāsu/ (orang-orang; manusia) yang merupakan bentuk jamak dari إِنْسَانٌ /ʾinsānun/. Tindakan pelaku ini adalah سَمِعَ /samia/ (dia (laki-laki) mendengar (saat lampau) dan yang dikenai tindakan ini adalah الْأَذَانَ (azan). Jadi pelaku aktif melakukan tindakan (mendengar azan). Bentuk pasif kata kerja سَمِعَ adalah سُمِعَ /sumiʿa/ (dia (maskulin) didengar). Kalau dirubah menjadi kalimat pasif bentuknya adalah سُمِعَ الْأَذَانُ (azan didengar). Kata الْأَذَانُ memiliki harakat akhir berupa dammah kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع) yang dalam kalimat aktif berharakat fathah kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب). Kata kerja ذَهَبُوا (mereka pergi (saat lampau)) merupakan kata kerja intransitif (pelajaran 33).
طُلِّقَتْ زَيْنَبُ قَبْلَ ثَلَاثِ سَنَوَاتٍ
Zainab was divorced three years ago.
Zainab bercerai (diceraikan) tiga tahun lalu.
Kalimat طُلِّقَتْ زَيْنَبُ (Zainab diceraikan (oleh suaminya) (saat lampau) merupakan kalimat pasif dimana pelakunya yaitu suami dihilangkan dalam kalimat ini. Kata kerja pasif طُلِّقَتْ (dia (perempuan) diceraikan (saat lampau)) memiliki bentuk dasar dalam bentuk aktif yaitu طَلَّقَ /ṭallaqa/ (dia (laki-laki) menceraikan) yang juga dalam bentuk lampau. Kata قَبْلَ (sebelum; yang lalu) bertindak sebagai objek (berharakat fathah pada huruf terakhir) yang fungsinya sebagai mudaf (yang dimiliki). Jadi kata yang mengikutinya memiliki kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) yang ditandai oleh harakat kasrah pada huruf terakhirnya (pelajaran 16-6). ثَلَاثِ سَنَوَاتٍ (tiga tahun) merupakan frasa bilangan 3-10 yang memiliki aturan dimana antara bilangan dan kata benda jamak yang mengikutinya memiliki gender berlawanan. Kata benda jamaknya memiliki kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) yang ditandai oleh harakat kasrah di akhir kata benda jamak (pelajaran 19-4). Kata سَنَوَاتٌ /sanawātun/ (tahun) adalah bentuk jamak dari kata benda feminim سَنَةٌ /sanatun/.
يُعْرَضُ النَّاسُ عَلَى اللَّهِ يَوْمَ القِيامَةِ
People will be presented to Allah on the Day of Resurrection
Orang-orang akan dihadirkan kepada Allah pada Hari Kebangkitan
يُعْرَضُ /yuʿraḍu/ (dia (laki-laki) dihadirkan) merupakan kata kerja bentuk sekarang pasif. Bentuk sekarang aktif dari kata kerja ini adalah يَعْرِضُ /yaʿriḍu/ (dia (maskulin) menghadirkan). Perhatikan perubahan vokal yang terjadi yaitu pada huruf ya dan huruf ra. Bentuk dasar sekaligus bentuk lampau orang ketiga tunggal maskulin yaitu عَرَضَ /ʿaraḍa/ (dia (maskulin) menghadirkan (saat lampau)). يَوْمَ القِيامَةِ (hari kiamat) adalah ungkapan kepemilikan (pelajaran 5).
جَعَلَ اللَّهُ لِلرَّجُلِ قَلْبًا وَاحِدًا
God made man one heart
Tuhan menjadikan bagi seorang manusia satu hati
قَلْبًا وَاحِدًا (satu hati) merupakan frasa bilangan satu. Aturan untuk frasa bilangan satu dan dua yaitu: bilangan berada setelah kata benda yang berfungsi sebagai kata sifat (bilangan satu dan dua bisa dihilangkan); memiliki kasus dan gender yang sama (pada kalimat merupakan gender maskulin dan kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) karena posisinya sebagai objek kata kerja جَعَلَ (dia (maskulin) menjadikan (saat lampau)) (lihat pelajaran 19-2).
Komentar
Posting Komentar