Pelajaran 5-1
Bagian
Pelajaran 5 – الدَّرْسُ الْخَامِسُ
Pendahuluan - مُقَدِّمَة
Ini adalah pelajaran kelima dari kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini disertai gambar dan audio yang akan membantu Anda mempelajari bahasa Arab.
Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari hal-hal berikut:
1. Ungkapan kepemilikan
Pada bagian pertama pelajaran ini, kita akan mempelajari ungkapan yang menunjukkan kepemilikan sesuatu terhadap yang lain, misalnya: “mobil guru”.
Ungkapan ini dalam bahasa Inggris disebut The Possessive Expression, sedangkan dalam bahasa Arab disebut:
الإِضَافَةُ (al-iḍāfah)
yang terdiri dari:
- مُضَاف (muḍāf) – kata yang dimiliki
- مُضَافٌ إِلَيْهِ (muḍāfun ilaihi) – kata pemilik
Indonesia | Transliterasi | Arab |
Buku milik siswa | /Kitabuŧ ŧâlibi / | |
Di atas meja guru | /ξala maktabil mudarrisi/ |
2. Macam-macam alif
Dalam bahasa Arab, huruf Alif (ألف – alif) digunakan dengan dua cara yang berbeda:
a. Hamzah yang dibaca
Disebut:
هَمْزَةُ الْقَطْعِ
(hamzatu al-qaṭ‘)
Hamzah yang selalu dibaca
b. Hamzah yang tidak dibaca
Disebut:
هَمْزَةُ الْوَصْلِ
(hamzatu al-waṣl)
Hamzah yang tidak dibaca ketika bersambung
Indonesia | Transliterasi | Arab | Jenis Alif |
Kamu dari mana | /Min aina anta/ | ||
Dia adalah putra guru tersebut. | /Howab nul mudarrisi/ |
3. Kata-kata mabnī (tidak berubah harakat akhirnya)
Dalam bahasa Arab, kata biasanya mengalami perubahan harakat akhir karena sebab-sebab tertentu (lihat Pelajaran 4 – Bagian 2). Namun, ada kata-kata yang tidak berubah harakat akhirnya, disebut:
الْكَلِمَاتُ الْمَبْنِيَّةُ
(al-kalimātu al-mabniyyah)
Kata-kata mabnī (indeclinable words)
Indonesia | Kata-kata yang tidak bisa berubah /mabni/ الْكَلِمَاتُ الْمَبْنِيَّةُ |
Ini (maskulin) | |
Siapa | |
Dia (lk) |
4. Kaidah kata panggilan
Kata yang digunakan untuk memanggil seseorang dalam bahasa Arab disebut:
أَدَاةُ النِّدَاءِ
(adātu an-nidā’)
Kata panggilan
Kata panggilannya adalah يَا (yā)
Indonesia | Transliterasi | Arab |
Wahai Muhammad | /Yaa Muhammadu/ | |
Ya Allah | /Yaa Allahu/ | |
Wahai guru | /Yaa Ustadhu/ |
Ringkasan
1. Idhāfah (muḍāf & muḍāf ilaihi)
Ungkapan kepemilikan dalam bahasa Arab
Contoh:
كِتَابُ الطَّالِبِ
Buku milik siswa
Penjelasan nahwu:
- كِتَابُ → Muḍāf (yang dimiliki)
- الطَّالِبِ → Muḍāf Ilaihi (pemilik)
Aturan penting:
-
Muḍāf
- Tidak boleh memakai al-
- Harakat akhirnya tergantung posisi (raf‘, naṣb, jarr)
-
Muḍāf ilaihi
- Selalu berharakat kasrah (majrūr)
- Boleh memakai al-
📌 Jadi:
Setiap kata kedua dalam idhāfah pasti kasrah
2. Hamzatul qaṭ‘ & hamzatul waṣl
A. Hamzatul qaṭ‘ (هَمْزَةُ الْقَطْعِ)
✔ Selalu dibaca
مِنْ أَيْنَ أَنْتَ؟
(Dari mana kamu?)
- أَيْنَ → Hamzahnya dibaca
- Tetap dibaca walaupun di tengah kalimat
B. Hamzatul waṣl (هَمْزَةُ الْوَصْلِ)
❌ Tidak dibaca jika disambung
هُوَ ٱبْنُ ٱلْمُدَرِّسِ
(Dia adalah anak guru)
- ٱبْنُ → Hamzah tidak dibaca
- Dibaca “bnu”, bukan “ibnu” saat disambung
📌 Biasanya terdapat pada:
- ٱبْن، ٱسْم، ٱلْ (alif-lam)
- Kata kerja tertentu
3. Kata mabni (الْكَلِمَاتُ الْمَبْنِيَّةُ)
Apa itu mabni?
Kata yang harakat akhirnya tetap, tidak berubah walaupun posisinya berubah.
Contoh:
| Kata | Arti | Keterangan |
|---|---|---|
| هَـٰذَا | Ini (laki-laki) | Mabni |
| مَنْ | Siapa | Mabni |
| هُوَ | Dia (laki-laki) | Mabni |
📌 Walaupun jadi subjek, objek, atau setelah huruf jar, harakatnya tidak berubah.
4. Huruf nida’ (يَا) – kata panggilan
Digunakan untuk memanggil seseorang.
Contoh:
يَا مُحَمَّدُ – Wahai Muhammad
يَا أُسْتَاذُ – Wahai guru
Penjelasan nahwu:
- Kata setelah يَا biasanya:
- Mabni atau
- Marfū‘ tanpa tanwin
📌 Nama orang setelah يَا:
- Tidak ditanwin
- Biasanya ḍammah
Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel
Komentar
Posting Komentar