Pelajaran 33-5
Latihan – تَدْرِيبٌ
Pada bagian ini kita akan menyajikan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman Anda mengenai aturan-aturan yang telah kita pelajari Insya Allah.
Klik tanda (√) di bawah pilihan yang benar yang berhubungan dengan setiap kalimat berikut. Setelah menyelesaikan semua pertanyaan, klik tombol Mark (Nilai) untuk melihat jawaban yang benar dan memperoleh nilai Anda.
|
أيُّ الأفْعَالِ الآتِيَةِ لازِمٌ وَأَيُّهَا مُتَعِدٍّ معَ ذِكْرِ عَدَدِ الْمَفَاعِيلِ إنْ وُجِدَتْ؟
|
Kalimat di atas berbunyi: "Yang mana dari kata kerja berikut ini yang intransitif dan mana yang transitif, sebutkan jumlah objek langsungnya jika ditemukan?"
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||
نَامَ أَبِي اَلسَاعَةَ الْعَاشِرَةَ
My father slept at ten o'clock
Ayah saya tidur jam sepuluh
اَلسَاعَةَ الْعَاشِرَةَ (jam sepuluh) merupakan keterangan waktu dan bukan merupakan objek langsung setelah kata kerja نَامَ /nāma/ (tidur). Jadi pada kalimat ini tidak ada yang dikenai oleh tindakan kata kerja sehingga disebut kata kerja intransitif (tidak memerlukan objek). Kata kerja نَامَ adalah kata kerja dasar dalam bentuk lampau.
خَرَجَتْ أُمِّيْ فِي الصَّبَاحِ
My mother went out in the morning
Ibu saya pergi keluar di pagi hari
فِي الصَّبَاحِ (di pagi hari) merupakan frasa kata depan yang menunjukan keterangan waktu. Jadi tidak ada yang dikenai tindakan kata kerja sehingga disebut kata kerja intransitif (tidak memerlukan objek). Kata kerja خَرَجَتْ adalah kata kerja lampau yang bentuk dasarnya adalah خَرَجَ /ḵaraja/ (dia (laki-laki) pergi keluar (saat lampau)).
اِشْتَرَى أَخِيْ كِتَابًا جَدِيْدًا
My brother bought a new book
Saudara laki-iaki saya membeli sebuah buku baru
Saudara laki-laki saya membeli apa? Tentu jawaban pendeknya adalah buku. Bagaimana buku tersebut? Buku tersebut baru (جَدِيْدًا /jadīdan/). Jadi yang dikenai oleh tindakan membeli adalah satu kata benda yaitu كِتَابًا /kitāban/ (sebuah buku) yang dikenal sebagai objek (مَفْعُولٌ ). Objek kata kerja ini كِتَابًا جَدِيْدًا (sebuah buku baru) adalah klausa kata sifat (pelajaran 9). Kata أَخٌ /ʾaḵun/ (saudara laki-laki) termasuk lima kata benda yang dibahas pada pelajaran 10-4. Kata kerja اِشْتَرَى /ištarā/ (dia (laki-laki) membeli) merupakan kata kerja dasar dalam bentuk lampau. Termasuk kata kerja tidak beraturan (pelajaran 32) yang ditandai oleh Alif maksurah diakhir kata kerja. Pada perubahannya berubah menjadi huruf ya atau dihilangkan.
ظَنَنْتُ الصَّدِيْقَ وَفِيًّا
I thought the friend was loyal
Saya pikir teman itu setia
Kata kerja ظَنَنْتُ /ẓanantu/ (saya pikir, saya rasa, saya beranggapan, saya kira) merupakan kata kerja lampau yang memiliki bentuk dasar ظَنَّ /ẓanna/ (dia (laki-laki) pikir (saat lampau)). Pada huruf nun terdapat tasdid yang artinya kata benda ini memiliki nun ganda Jadi hakikatnya kata tersebut memiliki tiga huruf pada bentuk dasarnya. Setelah kata kerja ini terdapat dua objek yaitu الصَّدِيْقَ وَفِيًّا (teman itu setia). Objek ditandai oleh harakat fathah pada akhir kata atau dikenal kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب).
عَلِمْتُ الصِّدْقَ خُلُقًا جَمِيْلًا
I learned honesty [is] a beautiful manner
Saya mendapati kejujuran [adalah] sifat yang indah.
عَلِمْتُ /ʿalimtu/ (saya mengetahui) merupakan kata kerja bentuk lampau yang bentuk dasarnya adalah عَلِمَ /ʿalima/ (dia (laki-laki) mengetahui (saat lampau)). Objek kata kerja ini adalah الصِّدْقَ /aṣ-ṣidqa/ (kejujuran) dan klausa kata sifat (pelajaran 9) yaitu خُلُقًا جَمِيْلًا (sifat yang indah). Kata benda dan kata sifat mengikuti aturan yang sama dimana jika kata bendanya tidak terdefinisi (dalam hal ini خُلُقًا /ḵulqan/ (sebuah kejujuran) maka kata sifat (dalam hal ini جَمِيْلًا /jamilan/ (indah) juga harus tidak terdefinisi.
رَأَيْتُ صَدِيقِيَ الْيَوْمَ فِي الْمَدْرَسَةِ
I saw my friend at school today.
Saya bertemu teman saya di sekolah hari ini.
Kata yang dikenai tindakan oleh kata kerja رَأَيْتُ (saya melihat) adalah kata صَدِيقِيَ (teman saya) yang dikenal sebagai objek (مَفْعُولٌ). Kapan melihatnya? Jawabannya الْيَوْمَ /al yauma/ (hari ini) yang merupakan keterangan waktu. Kata kerja رَأَيْتُ /raʾaytu/ (saya melihat) merupakan kata kerja lampau yang dalam bentuk dasarnya adalah رَأَى /raʾā/ (dia (laki-laki) melihat (saat lampau)). Kata kerja ini adalah kata kerja tidak beraturan yang ditandai oleh Alif maksurah pada akhir kata (pelajaran 32). Pada perubahannya, huruf Alif maksurah berubah menjadi huruf ya atau huruf waw atau tetap dipertahankan sebagai Alif maksurah.
زَارَ الْأَصْدِقَاءُ صَدِيْقَهُمُ الْمَرِيْضَ
Friends visited their sick friend
Teman-teman mengunjungi sahabat mereka yang sakit.
Kata kerja زَارَ /zāra/ (dia (laki-laki) mengunjungi) merupakan kata kerja dasar dalam bentuk lampau. Kata kerja ini adalah kata kerja tidak beraturan yang ditandai oleh huruf Alif (pelajaran 32). Pada perubahannya huruf Alif berubah menjadi huruf waw atau dihilangkan. Objek kata kerja ini adalah صَدِيْقَهُمُ الْمَرِيْضَ (teman mereka yang sakit). Objek ini termasuk klausa kata sifat dengan penerapan aturan yang sama pada kata sifat dan kata benda (pelajaran 9). Kata sifat الْمَرِيْضَ jelas terlihat sebagai kata yang terdefinisi yang ditandai oleh artikel Al di awal kata. Kata benda صَدِيْقَهُمُ walau tidak memiliki artikel Al diawal kata tetap dianggap sebagai kata yang terdefinisi karena adanya kata ganti tertambat هُمُ (mereka) di akhir kata. Itulah sebabnya mengapa kata benda ini memiliki harakat tunggal pada huruf qaf (ق) sebagai salah satu ciri kata benda terdefinisi (pelajari pelajaran awal dan kata ganti tertambat).
أخْبَرْتُ الطُّلَابَ الْخَبَرَ صَحِيْحًا
I told the students [that] the story [is] true
Saya memberitahu para siswa [bahwa] kisah tersebut benar.
Objek dari kata kerja أخْبَرْتُ (saya memberitahu (saat lampau)) ada tiga yaitu الطُّلَابَ /aṭ-ṭalāba/ (para murid), الْخَبَرَ /al-ḵabara/ (kabar, kisah, cerita) dan صَحِيْحًا /ṣaḥīhan/ (benar, nyata). Karena itu berlaku aturan untuk kata kerja tiga objek dengan pengimbuhan huruf Alif (أ) sebelum kata kerja. Artinya, kata kerja ini memiliki akar kata yaitu خَبَرَ /ḵabara/ (dia (laki-laki) memberitahu (saat lampau)) Kata benda طُلَّابٌ /ṭullābun/ (para siswa) merupakan bentuk jamak dari طَالِبٌ /ṭālibun/.
قَامَ النَّاسُ مِنَ الْۡمَجْلِسِ غَاضِبِيْن
The people rose from the assembly in anger
Orang-orang bangkit dari majelis dengan marah
Tidak ada yang dikenai kata kerja قَامَ /qāmu/ (bangkit (nya para peserta majelis)) dan kata kerja ini tidak membutuhkan objek pada kalimat di atas. Kata kerja tersebut merupakan kata kerja tidak beraturan (pelajaran 32) yang ditandai oleh huruf Alif. Pada perubahannya, huruf alif ini berubah menjadi huruf waw atau dipertahankan atau dihilangkan.
Kata benda نَاسٌ /nāsun/ (orang-orang manusia) adalah bentuk jamak dari إِنْسَانٌ /ʾinsānun/.
Kata sifat غاضِبٌ /ḡāḍibun/ (marah) memiliki bentuk jamak غاضِبُونَ /ḡāḍibūna/ dalam kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْع). Dalam kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dan kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) bentuk jamak ini berubah menjadi غاضِبِينَ /ḡāḍibīna/. Kata ini dalam bentuk jamak karena merujuk pada pelaku atau subjek نَاسٌ yang merupakan bentuk jamak. Mengenai kasus silakan rujuk kembali pelajaran 4-2.
اِنْتَشَرَ الْإسْلَامُ فِي الْأَرْضِ بِالْكَلِمَةِ الطَّيِّبَةِ
Islam spread in the earth with the kind word.
Islam menyebar di muka bumi dengan perkataan yang baik.
الْكَلِمَةِ الطَّيِّبَةِ (perkataan yang baik) merupakan klausa kata sifat (pelajaran 9). Dalam klausa kata sifat, antara kata benda dan kata sifat harus memiliki gender yang sama termasuk terdefinisi atau tidak terdefinisinya klausa tersebut. Pada klausa ini terlihat kata benda dan kata sifat terdefinisi. Kata benda merupakan gender feminim dan kata sifat juga harus memiliki gender yang sama yang ditandai oleh ta marbuthah (ة) di akhir kata benda الْكَلِمَةِ. Begitu juga kasusnya juga harus sama yaitu kasus genitif (حَالَةُ الْجَر) karena posisinya setelah kata depan بِ /bi/ (dengan).
يَدْعُو الْإسْلَامُ النَّاسَ إلَى التَّسَامُحِ فِيْمَا بَيْنَهُم
Islam calls people to tolerance among themselves
Islam menyeru manusia untuk bertoleransi antar sesama
Kata kerja يَدْعُو /yadʿū/ (dia (maskulin) menyeru) merupakan kata kerja tidak beraturan (pelajaran 32) yang ditandai oleh salah satu huruf tidak beraturan yaitu huruf waw (و). Bentuk dasar kata kerja ini yang merupakan bentuk lampau orang ketiga tunggal maskulin yaitu دَعَا /daʿā/. Tampak perubahan bentuk dasar دَعَا ke bentuk sekarang يَدْعُو pada huruf Alif (ا) ke huruf waw (و). Objek dari kata kerja ini adalah النَّاسَ (manusia) yang merupakan bentuk jamak dari إِنْسَانٌ /ʾinsānun/.
يُرِيْ اَلْإسْلَامُ النَّاسَ حَقِيْقَةَ الْحَيَاةِ وَاضِحَةً
Islam shows people the clear reality of life.
Islam menunjukkan kepada orang-orang realitas kehidupan yang jelas.
يُرِي /yurī/ (dia (maskulin) menunjukkan/memperlihatkan/menampakkan) merupakan kata kerja tidak beraturan (pelajaran 32) bentuk sekarang yang dicirikan oleh huruf ya (ي) di akhir kata. Bentuk dasar kata kerja ini yang merupakan bentuk lampau yaitu أَرَى /ʾarā/. Pada bentuk dasar ini dicirikan oleh Alif maksurah (ى) di akhir kata. Konjugasi (perubahan) kata kerja ini menimbulkan perubahan huruf Alif maksurah menjadi huruf ya, huruf waw, atau dihilangkan. Dalam kalimat di atas, kata kerja ini memiliki tiga objek yaitu النَّاسَ /an-nāsa/ (manusia) حَقِيْقَةَ الْحَيَاةِ (hakikat hidup) dan وَاضِحَةً /wāḍiḥatan/ (jelas). Kata النَّاسَ (manusia) yang merupakan bentuk jamak dari نَاسٌ /nāsun/. حَقِيْقَةَ الْحَيَاةِ (hakikat hidup) adalah ekspresi kepemilikan (pelajaran 5). Kata حَقِيْقَةَ (hakikat) merupakan mudaf (yang dimiliki) dan kata الْحَيَاةِ sebagai mudaf ilaihi (pemilik). Mudaf memiliki harakat tergantung kasusnya. Pada frasa ini, mudaf merupakan kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) karena posisinya sebagai objek kata kerja يُرِيْ. Dengan demikian kata ini memiliki harakat akhir berupa fathah. Sedangkan الْحَيَاةِ SELALU memiliki harakat kasrah karena mudaf ilaihi memiliki kasus genitif (حَالَةُ الْجَر). Kata sifat وَاضِحَةً (jelas) berakhiran dengan huruf ta marbuthah (ة) yang menandakan kata ini gender feminim (مُؤَنَّثُ). Hal ini mengikuti aturan dimana antara kata sifat dan kata yang disifati harus memiki gender yang sama. Dalam hal ini kata yang disifati adalah حَقِيْقَةَ (hakikat) yang merupakan gender feminim (pelajaran 4-7).
سَمِعَ النَّاسُ بِمَبَّاۡدِئِ الْإسٍْلْامِ الْجَۧيِّدَةِ
People have heard of the good principles of Islam
Orang-orang telah mendengar tentang prinsip-prinsip Islam yang baik
Setelah kata kerja سَمِعَ (dia (maskulin) mendengar) diikuti oleh frasa kata depan بِمَبَّاۡدِئِ الْإسٍْلْامِ الْجَۧيِّدَةِ (dengan prinsip-prinsip Islam yang baik). Jadi tidak ada objek langsung setelah kata kerja tersebut. Kata مَبَادِئُ /mabādiʾu/ (prinsip-prinsip) merupakan bentuk jamak dari مَبْدَأٌ /mabdaʾun/. Frasa مَبَّاۡدِئِ الْإسٍْلْامِ الْجَۧيِّدَةِ (prinsip-prinsip Islam yang baik) jika diuraikan akan menjadi: 1. مَبَّاۡدِئِ الْإسٍْلْامِ (prinsip-prinsip Islam) dan 2. الْمَبَادِئُ الْجَۧيِّدَةِ (prinsip-prinsip) yang baik. Bagian kesatu merupakan ungkapan kepemilikan (pelajaran 5) dimana kata مَبَّاۡدِئِ (prinsip-prinsip) berfungsi sebagai mudaf (yang dimiliki) berhubungan langsung dengan kata depan بِ (dengan). Karena itu, mudaf ini memiliki harakat kasrah di akhir katanya yang disebut kasus genitif (حَالَةُ الْجَر). Sedangkan kata الْإسٍْلْامِ (Islam) berfungsi sebagai mudaf ilaihi (pemilik) yang SELALU memmiki kasrah yang juga disebut sebagai kasus genitif (حَالَةُ الْجَر). Bagian kedua merupakan klausa kata sifat (pelajaran 9). Aturan untuk klausa kata sifat memiliki aturan sama antara kata benda dan kata sifat dimana diantara aturannya adalah harus memiliki gender yang sama. Tapi aturan ini tidak berlaku untuk kata benda jamak tidak rasional (selain manusia, jin, malaikat dsb) (pelajaran 17). Pada kata benda tidak rasional, kata benda bentuk jamaknya memiliki kata sifat tunggal feminim dan kata ganti tunggal feminim. Pada frasa ini, kata sifat الْجَۧيِّدَةِ adalah tunggal feminim yang menjelaskan kata benda jamak مَبَّاۡدِئِ (prinsip-prinsip)jj
فَدَخَلُوْا فِيْهِ أَفْوَاجًا
So they entered it in droves
Maka mereka masuk Islam berbondong-bondong.
دَخَلُوا /daḵalū/ (mereka (maskulin/laki-laki) masuk) merupakan kata kerja bentuk lampau yang bentuk dasarnya juga bentuk lampau yaitu دَخَلَ /daḵala/ (dia (maskulin/laki-laki) masuk). Tidak ada yang dikenai oleh tindakan masuk. Setelah kata kerja ini diikuti oleh frasa kata depan فِ (di dalam/ ke dalam). Kata أَفْوَاجًا /ʾafwājan/ (berbondong-bondong) adalah bentuk jamak dari فَوْجٌ /fawjun/.
وَصَلَ الإِسْلامُ إلى بِلادٍ بَعِيدَةٍ جِدًّا
Islam reached a very far country
Islam mencapai negeri yang sangat jauh
Tidak ada yang dikenai oleh tindakan kata kerja وَصَلَ (dia (maskulin) mencapai (saat lampau)). Frasa بِلادٍ بَعِيدَةٍ merupakan klausa kata sifat (pelajaran 9). Kata بِلَادٌ /bilādun/ (negeri-negeri) merupakan jamak dari بَلَدٌ /baladun/. Kata benda بِلادٍ diikuti oleh kata sifat feminim (ditandai ta marbuthah di akhir kata) بَعِيدَةٍ. Aturan untuk klausa kata sifat ini yaitu aturan yang berlaku pada kata benda tidak rasional (lihat catatan no. 13).
Komentar
Posting Komentar