Pelajaran 33-2
Kalimat nominal dan kalimat verbal
Kalimat verbal bahasa Arab memiliki dua komponen utama yang harus ada agar menjadi kalimat verbal. Komponen-komponen ini adalah:
Urutan sangat penting dalam hal ini. Ini berarti bahwa kalimat verbal harus dimulai –lazimnya- dengan kata kerja.
Pelajarilah kalimat-kalimat verbal berikut ini:
|
Gambar
|
Terjemahan
|
Kalimat
|
|
|
|
Ahmad met his lecturer at the university
|
قَابَلَ أَحْمَدُ أُسْتَاذَهُ فِي الْجَامِعَة |
|
|
|
Sa’id slept early
|
نَامَ سَعِيدٌ مُبَكِّرًا
|
|
|
|
The car hit Tariq’s leg
|
صَدَمَتِ¹ السَّيَّارَةُ طَارِقًا فِي رِجْلِهِ |
|
|
|
Khalid learnt Arabic quickly
|
تَعَلَّمَ خَالِدٌ اللُّغَةَ العَرَبِيَّةَ² بِسُرْعَةٍ
|
|
Kalimat Nominal
|
|
|
قَابَلَ أَحْمَدُ أُسْتَاذَهُ فِي الجَامِعَة
|
أَحْمَدُ قَابَلَ أُسْتَاذَهُ فِي الجَامِعَةِ
|
|
نَامَ سَعِيْدٌ مُبَكِّرًا
|
سَعِيْدٌ نَامَ مُبَكِّرًا
|
|
صَدَمَتِ السَّيَّارَةُ طَارِقًا فِي رِجْلِهِ
|
اَلسَّيَّارَةُ صَدَمَتْ طَارِقًا فِي رِجْلِهِ
|
|
تَعَلَّمَ خَالِدٌ اللُّغَةَ العَرَبِيَّةَ بِسُرْعَةٍ
|
خَالِدٌ تَعَلَّمَ اللُّغَةَ العَرَبِيَّةَ بِسُرْعَةٍ |
Kata kerja transitif dan kata kerja intransitif
Kata kerja bahasa Arab dibagi menjadi dua jenis:
1. Jenis pertama adalah kata kerja transitif “ الفِعْلُ الْمُتَعَدِّي ”. Kata kerja jenis ini membutuhkan objek langsung untuk melengkapi makna kalimat karena makna kalimat tidak lengkap tanpa objek ini. Perhatikan kata kerja pada bagian berikut:
|
Terjemahan
|
|
|
|
The teacher read many English books. He translated some of them into Arabic. He taught us one of them. And we understood this book well
|
قَرَأَ الْأُسْتَاذُ كُتُبًا كَثِيرَةً³ بِاللُّغَةِ الْإنْجِلِيْزِيَّة⁴، وَتَرْجَمَ بَعْضَها⁵ إلى العربيةِ، وَدَرَّسَ لَنا مِنْها⁶ كِتَابًا، وَفَهِمْنَا⁷ هَذا الكِتابَ⁸ جَيِّدًا
|
2. Di sisi lain, beberapa kata kerja tidak membutuhkan objek langsung, dan artinya bisa lengkap' tanpa objek ini. Jenis kata kerja ini disebut kata kerja intransitif “ الْفِعْلُ اللازِمُ ”. Perhatikan kata kerja pada bagian berikut:
Terjemahan | ||
Tamir sat on the bed. Then he slept for half an hour. Later he woke up at 6 o’clock. Then he went to the university
| جَلَسَ تَامِرٌ عَلَى السَّرِيْرِ، ثُمَّ نَامَ بَعْدَ نِصْفِ سَاعَةٍ، ثُمَّ اِسْتَيْقَظَ السَّاعَةَ السَّادِسَةَ⁹، ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى الْجَامِعَةِ |
صَدَمَتْ /ṣadamat/ (dia (feminim) menabrak) adalah kata kerja bentuk lampau untuk orang ketiga tunggal feminim yang bentuk dasarnya adalah bentuk lampau orang ketiga tunggal maskulin yaitu صَدَمَ /ṣadama/ (dia (maskulin) menabrak). Kata صَدَمَتْ /ṣadamat/ memiliki harakat akhir berupa sukun dan berubah menjadi harakat kasrah setelah diikuti oleh kata benda terdefinisi yang memiliki artikel al (ال) pada awal katanya seperti صَدَمَتِ السَّيَّارَةُ (mobil tersebut menabrak).
اللُّغَةَ العَرَبِيَّةَ merupakan frasa kata sifat. Pelajari aturannya pada pelajaran 9-2.
Frasa كُتُبًا كَثِيرَةً (banyak buku) merupakan klausa kata sifat (الْمُرَكَّبُ الْوَصْفِيُّ) (pelajaran 9-2) untuk kata benda tidak rasional (selain manusia, jin, malaikat, dsb) (غَيْرُ عَاقِل) (pelajaran 17-2). Aturan penerapan klausa kata sifat pada kata benda tidak rasional berbeda dengan aturan klausa kata sifat pada kata benda rasional (manusia, jin, malaikat, dsb) (عَاقِلٌ). Pada kata benda rasional tunggal dan kata benda tidak rasional tunggal berlaku aturan yang sama untuk kata benda dan kata sifat. Kata benda rasional jamak juga memiliki aturan yang sama dengan kata benda tunggal. Tapi kata benda TIDAK RASIONAL JAMAK memiliki aturan yang berbeda dimana kata benda jamak tidak rasional diikuti oleh KATA SIFAT FEMINIM TUNGGAL dan KATA GANTI FEMINIM TUNGGAL. Dengan kata lain. KATA BENDA TIDAK RASIONAL JAMAK TIDAK PERNAH DIIKUTI KATA SIFAT MASKULIN JAMAK DAN KATA GANTI MASKULIN JAMAK (lihat pelajaran 17-2). Jadi kata كُتُبًا pada klausa kata sifat كُتُبًا كَثِيرَةً merupakan bentuk jamak kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) (sebagai objek) dan diikuti kata sifat FEMINIM TUNGGAL كَثِيرَةً kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب).
بِاللُّغَةِ الْإنْجِلِيْزِيَّة (dengan bahasa Inggris) merupakan klausa kata sifat setelah kata depan بِ (dengan) (pelajaran 9-2).
بَعْضَها /baʿḍahā/ (beberapanya (beberapa buku tersebut) menggunakan kata ganti feminim tunggal ها /hā/ (dia (feminim)). Dalam bahasa Inggris misalnya kita menggunakan kata ganti jamak untuk merujuk pada kata benda jamak, seperti: some of them (beberapa diantara mereka (buku-buku)). Tapi dalam bahasa Arah tidak berlaku untuk KATA BENDA JAMAK TIDAK RASIONAL (silakan lihat catatan no. 4). Kita tidak menggunakan هُمْ /hum/ (mereka (maskulin)) tapi menggunakan kata ganti ها /hā/ (dia (feminim)).
مِنْها /minhā/ (dari buku-buku tersebut) sama kasusnya dengan catatan no. 5.
فَهِمْنَا /fahimnā/ (kami memahami) adalah kata kerja bentuk lampau untuk orang pertama jamak. Bentuk kata kerja dasarnya yang juga dalam bentuk lampau adalah فَهِمَ /fahima/ (dia (laki-laki) memahami) (lihat pelajaran 10-7).
وَدَرَّسَ لَنا مِنْها كِتَابًا، وَفَهِمْنَا هَذا الكِتابَ جَيِّدًا
Jika diterjemahkan secara harfiah (sesuai urutan) adalah: dan (dia) mengajarkan kepada kami darinya (buku-buku tsb) sebuah buku. Dan kami memahami buku tersebut dengan baik. Perhatikan kata yang dicetak merah yaitu كِتَابًا (sebuah buku (sebagai objek)) dan الكِتابَ (buku tersebut (juga sebagai objek)). Kata كِتَابًا merupakan kata benda tidak terdefinisi dalam kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dan kata الكِتابَ merupakan kata benda terdefinisi juga kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب). Terlihat perbedaan pada huruf terakhir. Silakan rujuk kembali pelajaran-pelajaran awal dari blog ini.
السَّاعَةَ السَّادِسَةَ (jam (ke) enam) : (pelajaran 9-2).
Komentar
Posting Komentar