Pelajaran 10-4

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bagian

 1   2   3   4   5   6   7   8   9  10

Pelajaran 10 -الدَّرْسُ الْعَاشِرُ 

Lima Kata Benda - الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ

Kita masih berada pada pelajaran kesepuluh dari kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini dilengkapi dengan gambar dan audio untuk membantu Anda belajar bahasa Arab.

Dalam pelajaran ini, insya Allah, kita akan mempelajari dua kosakata baru serta kaidah penggunaannya.


Kosakata baru

Indonesia
Transliterasi
Arab
Ayah
Abun
Saudara laki-laki
Akhun

Kata-kata di atas termasuk ke dalam kelompok lima kata benda yang disebut:

الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ
al-asmā’u al-khamsah
= lima kata benda (khusus dalam ilmu nahwu)

(Tiga kata lainnya akan dipelajari pada pelajaran berikutnya, insya Allah.)


Perubahan bentuk الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ saat ditambahkan kata ganti

Jika kita ingin mengatakan “bukumu” dalam bahasa Arab, kita mengucapkannya:

كِتَابُكَ
kitābuka
= bukumu

Namun, jika kita ingin mengatakan “ayahmu”, maka tidak ditulis أَبُكَ (abuka), melainkan:

أَبُوكَ
abūka
= ayahmu

Hal yang sama berlaku untuk kata “saudara laki-laki”. Ketika ditambahkan kata ganti (ضمير – ḍamīr = pronomina), maka ditambahkan huruf wāw (و) sebagai huruf kedua dari belakang, sehingga menjadi:

أَخُوكَ
akhūka
= saudaramu (laki-laki)

dan bukan أَخُكَ.


Perubahan i‘rāb pada الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ

Penggunaan الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ pada kasus rafa‘ (حَالَةُ الرَّفْعِ)(al-asmā’u al-khamsah fī ḥālati ar-raf‘i)

Apabila kata-kata dari الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ disambungkan dengan kata ganti dan berada dalam keadaan rafa‘:

حَالَةُ الرَّفْعِ
ḥālatu ar-raf‘i
= kasus nominatif

maka digunakan huruf wāw (و), contohnya:

هَذَا أَبُوكَ
hādzā abūka
= ini ayahmu

ذَلِكَ أَخُوكَ
dzālika akhūka
= itu saudaramu (laki-laki)

Penggunaan الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ pada kasus jar (حَالَةُ الْجَرِّ)

Namun, apabila kata-kata tersebut berada dalam keadaan jar:

حَالَةُ الْجَرِّ
ḥālatu al-jarri
= kasus genitif

maka huruf yā’ (ي) yang digunakan, sehingga menjadi:

أَبِيكَ
abīka
= ayahmu

أَخِيكَ
akhīka
= saudaramu (laki-laki)


Contoh-contoh penggunaan

Indonesia

Arab

Kasus

Saudara laki-laki Hamid
Ayah Muhammad
Buku saudara laki-laki saya
Rumah ayahnya (laki-laki)

Catatan: Kasus nominatif (حَالَةُ الرَّفْعِ) dikenal juga dengan istilah مَرْفُوْع, kasus genitif (حَالَةُ الْجَرِّ) dengan istilah مَجْرُوْر dan kasus akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dengan istilah منصوب. Untuk kasus ini, silakan kunjungi lagi Pelajaran 4-2.

Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di FacebookX dan Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2