Pelajaran 11-4
Fi'il Mudhari | Kata Kerja Waktu Sekarang (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ – Al-Fi‘lu Al-Muḍāri‘)
Bagian-bagian Jumlah Fi'liyah | Kalimat Verbal (الجملة الفعلية) dan Unsurnya
Pada bagian ini, kita akan mempelajari bagian-bagian kalimat verbal atau jumlah fi'liyah (الجملة الفعلية – al-jumlatu al-fi‘liyah) dan irab-nya (الإعراب – al-i‘rāb), insya’ Allah. Kita juga akan mempelajari bentuk sekarang dari kata kerja (صيغة المضارع – ṣīghatu al-muḍāri‘).
Kita telah mempelajari sebelumnya bahwa jumlah fi'liyah memiliki tiga unsur (Pelajaran 4 bagian 12), yaitu:
- Kata kerja atau fi'il (فِعْلٌ – fi‘l): perbuatan yang dilakukan
- Subjek atau fa'il (فَاعِلٌ – fā‘il): orang atau sesuatu yang melakukan perbuatan
- Objek atau maf'ul bih (مَفْعُولٌ بِهِ – maf‘ūlun bih): sesuatu yang dikenai perbuatan
Pembagian Waktu Fi'il (أزمنة الفعل – Azminatu Fi‘l)
Kita juga telah mempelajari bahwa fi'il menunjukkan tiga waktu (الزمن – az-zaman), yaitu:
- Waktu lampau atau fi'il madhi (الْفِعْلُ الْمَاضِي – al-fi‘lu al-māḍī)
- Waktu sekarang atau fi'il mudhari (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ – al-fi‘lu al-muḍāri‘)
- Waktu akan datang atau fi'il mustaqbal (الْفِعْلُ الْمُسْتَقْبَلُ – al-fi‘lu al-mustaqbal)
Bentuk dan Irab | Kasus Fi'il Mudhari
Pada bagian ini kita akan mempelajari fi'il mudhari dari fi'il يُحِبُّ (yuḥibbu – menyukai/mencintai).
Fi'il mudhari pada asalnya ber-irab rafa atau marfu (kasus nominatif) dengan satu dhammah (ضمة واحدة – ḍammah wāḥidah), dan tidak pernah memakai dua dhammah (ضمتين – ḍammatain).
Kita juga telah mempelajari pada pelajaran sebelumnya bahwa maf'ul bih dalam jumlah fi'liyah memiliki kasus akusatif atau ber-irab nasab (منصوب – manṣūb), yaitu:
- Fatḥah tunggal (فتحة واحدة – fatḥah wāḥidah) jika tertentu (ma‘rifah)
- Fathatain (tanwīn fatḥah) (فتحتان – fatḥatān) jika tidak tentu atau nakirah
Contoh kalimat:
يُحِبُّ أَكْبَرُ الْكِتَابَةَ
Akbar suka menulis
Penjelasan:
- يُحِبُّ (yuḥibbu) = fi'il
- أَكْبَرُ (Akbaru) = fa'il→ rafa atau marfu
- الْكِتَابَةَ (al-kitābata) = maf'ul bih → nasab
Contoh berikutnya:
نُحِبُّ دِينَنَا
Kami mencintai agama kami
- نُحِبُّ (nuḥibbu) berarti kami mencintai → fi'il
- Fa'il-nya adalah kami (نحن – naḥnu) yang sudah terkandung dalam fi'il
- دِينَنَا (dīnanā) adalah maf'ul bih
Kata دِينَنَا sebenarnya terdiri dari:
- دِينَ (dīna) + نَا (nā – kata ganti kepemilikan atau kata ganti bersambung (dhamir muttasil).
Karena kata دِينَ berstatus mudhaf (مضاف – muḍāf) dan disandarkan kepada dhamir, maka:
- Ia tetap ber-irab nasab
- Tidak boleh menerima tanwin
Namun, apabila kata ganti (dhamir) menjadi maf'ul bih dari suatu fi'il, maka:
- Ia tidak tampak ber-irab nasab
- Karena dhamir bersifat mabni (مبني – mabnī), yaitu tidak berubah bentuk irab-nya
Contoh-contoh Kalimat Lengkap:
Gambar | Terjemahan | Arab |
| Aku mencintai Allah | |
| Khalid menyukai bahasa Arab | |
| Fatimah suka membaca | |
| Kami mencintai agama kami | |
| Engkau mencintai rekanmu | |
| Itu ayahku, aku mencintainya | |
| Itu ibuku, aku mencintainya |
Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel







Komentar
Posting Komentar