Pelajaran 9-2
Lanjutan
Mari kita lanjutkan belajar bahasa Arab melalui kursus bahasa Arab gratis ini. Kursus ini mencakup tata bahasa Arab (النَّحْوُ – an-naḥw), sintaksis Arab (التَّرْكِيبُ – at-tarkīb), morfologi Arab (الصَّرْفُ – aṣ-ṣarf), dan lainnya.
Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari pembentukan sebuah struktur baru dalam bahasa Arab yang disebut الْمُرَكَّبُ الْوَصْفِيُّ (al-murakkabu al-waṣfiyy) atau dalam bahasa Inggris disebut Adjectival Phrase (Frasa Kata Sifat), insya Allah.
Istilah dasar dalam frasa kata sifat
Dalam bahasa Arab, kata sifat disebut:
- نَعْتٌ (naʿtun) → kata sifat
- atau صِفَةٌ (ṣifah) → sifat
Sedangkan kata benda yang disifati disebut:
- مَنْعُوتٌ (manʿūt) → yang disifati
- atau الْمَوْصُوفُ (al-mawṣūf) → benda yang memiliki sifat
Gabungan antara keduanya disebut:
- النَّعْتُ وَالْمَنْعُوتُ (an-naʿtu wa-l-manʿūt)
- atau الْمُرَكَّبُ الْوَصْفِيُّ (al-murakkabu al-waṣfiyy)
Artinya: struktur kata benda dan kata sifat.
Kaidah 1: Posisi kata sifat
Dalam bahasa Inggris, kata sifat datang sebelum kata benda, misalnya Good boy atau Lazy student.
Namun dalam bahasa Arab, kata sifat selalu datang setelah kata benda.
Contoh:
وَلَدٌ جَيِّدٌ
(waladun jayyidun)
→ Seorang anak laki-laki yang baikطَالِبٌ كَسْلَانُ
(ṭālibun kaslānu)
→ Seorang murid yang malas
Secara harfiah: anak baik, murid malas.
Contoh frasa kata sifat (الْمُرَكَّبُ الْوَصْفِيُّ)
Indonesia | Transliterasi | |
Sebuah saputangan kotor | mindīlun wasikhun | |
Seorang siswa yang cerdas | ṭālibatun dhakiyyatun |
Kata sifat yang menunjukkan perasaan
Kata sifat yang menunjukkan keadaan atau perasaan biasanya berakhir dengan -انُ (-ānu) dan tidak menerima tanwīn.
Contoh:
Kaidah 2: Kesesuaian gender (jenis kelamin)
Kata sifat harus mengikuti gender kata benda:
- Maskulin → sifat maskulin
- Feminin → sifat feminin
Contoh:
وَلَدٌ صَغِيرٌ
(waladun ṣaghīrun)
→ Anak laki-laki kecilبِنْتٌ صَغِيرَةٌ
(bintun ṣaghīratun)
→ Anak perempuan kecil
Contoh lain:
Indonesia | Transliterasi | Arab |
Seorang insinyur terkenal | muhandisun shahīrun | |
Sebuah apel yang enak | tuffāḥatun ladhīdhatun |
Kaidah 3: Ma‘rifah dan nakirah
(Tertentu dan tak tentu)
Kata benda dan kata sifat harus sama-sama tertentu atau tak tentu:
- Jika kata benda tertentu (مَعْرِفَة – maʿrifah), maka sifatnya juga tertentu
- Jika kata benda tak tentu (نَكِرَة – nakirah), maka sifatnya juga tak tentu
Contoh:
الْمَكْتَبُ الْقَدِيمُ
(al-maktabu al-qadīmu)
→ Meja yang lamaكِتَابٌ جَدِيدٌ
(kitābun jadīdun)
→ Sebuah buku baru
Contoh lain:
Indonesia | Transliterasi | Arab |
Kota besar tersebut | al-madīnatu al-kabīratu | |
Seorang pria miskin | rajulun faqīrun |
Kaidah 4: kesesuaian i‘rāb (kasus)
Kata sifat harus mengikuti kasus gramatikal (إِعْرَاب – iʿrāb) dari kata benda:
- Rafa‘ (مَرْفُوع) → nominatif
- Naṣb (مَنْصُوب) → akusatif
- Jarr (مَجْرُور) → genitif
Contoh:
الدَّرْسُ الصَّعْبُ
(ad-darsu aṣ-ṣaʿbu)
→ Pelajaran yang sulit (nominatif)ذَهَبَ أَحْمَدُ إِلَى صَدِيقٍ مَرِيضٍ
(dhahaba Aḥmadu ilā ṣadīqin marīḍin)
→ Ahmad pergi kepada seorang teman yang sakit (genitif)
Contoh kalimat lengkap:
Indonesia | Kasus | Arab |
Ini adalah seorang guru baru. | Nominatif | |
Pulpen itu ada di dalam tas kecil tersebut. | Genitive | |
Buku lama itu ada di rumah. | Nominatif | |
Airnya ada di dalam gelas yang pecah. | Genitif |
Contoh tambahan:
Gambar | Indonesia | Arab |
![]() | Amerika adalah sebuah negara yang besar. | |
![]() | Ini adalah kipas angin baru tersebut | |
![]() | Ahmad memasuki sebuah bangunan yang sangat besar. | |
![]() | Burung camar adalah burung yang indah. | |
![]() | Ini adalah jalan yang ramai. | |
![]() | Ruang bersih tersebut |
Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel






Komentar
Posting Komentar