Pelajaran 4-9

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bagian

 1    2    3    4    5    6    7    8    9   10  11. 12  13  14  15  16  17

Pelajaran 4 – الدَّرْسُ الرَّابِعُ

Jumlah Ismiyah | Kalimat Nominal (الْجُمْلَةُ الاسْمِيَّةُ – Al-Jumlatu Al-Ismiyyah)

Pada bagian ini, kita akan mempelajari kalimat dalam bahasa Arab, insya Allah. Kalimat verbal bahasa Arab atau jumlah fi'liyah dan kalimat nominal bahasa Arab atau jumlah ismiyah merupakan topik yang sangat penting untuk membantu Anda mempelajari bahasa Arab melalui kursus bahasa Arab gratis ini.

Jenis Kalimat dalam Bahasa Arab

Dalam bahasa Arab terdapat dua jenis kalimat:

  1. Kalimat nominal atau jumlah ismiyah
    الْجُمْلَةُ الاسْمِيَّةُ (al-jumlatu al-ismiyyah)
    → Kalimat yang (umumnya) diawali oleh kata benda atau isim.

  2. Kalimat verbal atau jumlah fi'liyah
    الْجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ (al-jumlatu al-fi‘liyyah)
    → Kalimat yang (umumnya) diawali oleh kata kerja atau fi'il.

Silakan perhatikan dengan saksama contoh-contoh berikut dan perhatikan perbedaan antara kedua jenis kalimat tersebut.

Contoh Kalimat

Tips: Pada tampilan portrait (tegak) di ponsel, silakan geser layar ke kiri. Sebagai alternatif, ubahlah tampilan ke mode landscape (miring) atau gunakan tampilan desktop. Tampilan desktop dapat diaktifkan melalui peramban Chrome dengan mengetuk ikon tiga titik di pojok kanan atas.

 

Jumlah ismiyah
Jumlah fi'liyah
Arab
Transliterasi
Aḥmadu żahaba ilal jāmi‘ati
Żahaba Aḥmadu ilal jāmi‘ati
Bacaan literal
Ahmad pergi ke universitas
Pergi Ahmad ke universitas
Arab
Transliterasi
Al-mudarrisu kharaĵa min faṣlin
Kharaĵa al-mudarrisu min faṣlin
Bacaan literal
Guru itu keluar dari kelas.
Keluar guru itu dari kelas.

Dua kalimat di atas adalah jumlah ismiyah dan dua lainnya adalah jumlah fi'liyah.

Kaidah Jumlah Ismiyyah 

Jumlah ismiyyah memiliki aturan sebagai berikut:

1. Awalan Kalimat

Kalimat ini pada dasarnya diawali oleh isim atau kata ganti (dhamir).

2. Dua Unsur Utama

Jumlah ismiyyah terdiri dari dua bagian:

  1. Subjek atau mubtada
    المُبْتَدَأُ (al-mubtada’)

  2. Predikat atau khabar
    الْخَبَرُ (al-khabar)

3. Bentuk Mubtada dan Khabar

  • Mubtada (المبتدأ – al-mubtada’) harus selalu berupa isim atau dhamir.
  • Khabar (الخبر – al-khabar) tidak harus berupa isim, bisa berupa bentuk lain.

4. I'rab (Status Gramatikal)

Baik mubtada maupun khabar pada asalnya berada dalam keadaan marfu (مرفوع), yaitu:

  • Menggunakan dhammah (ضمة) jika ma‘rifah (tertentu)
  • Menggunakan dhammatain (ضمتان) jika nakirah (tidak tentu)

Fungsi Mubtada dan Khabar

  • Mubtada adalah pokok pembicaraan, yaitu orang atau benda yang sedang dijelaskan.
  • Khabar adalah penjelasan atau keterangan tentang mubtada.

Contoh dalam bahasa Indonesia:
Muhammad berdiri

  • Muhammad → mubtada
  • berdiri →  khabar

Contoh Jumlah Ismiyah

Indonesia
Transliterasi
Arab
Ahmad adalah seorang siswa.
Aḥmadu ṭālibun
Dia adalah siswa yang baik.
Huwa ṭālibun jayyidun
Muhammad pergi keluar dari universitas.
Muhammadun kharaja minal jāmi‘ati
Khalid ada di rumah sakit.
Khāhlidun fil mustasyfā

Pada contoh-contoh di atas:

  • Kata berwarna merah adalah mubtada
  • Sisanya adalah khabar

Bentuk-bentuk Khabar (الخبر)

Jenis khabar
Indonesia
Arab
Isim
Muhammad adalah seorang pelajar.
Jumlah ismiyah
Ayah Ahmad adalah orang yang cerdas.
Jumlah fi'liyah
Khalid pergi ke rumah sakit.
Frasa kata depan
(ĵar wa maĵrur)
Fatimah ada di dapur.

Jika khabar berbentuk:

  • Jumlah ismiyyah
  • Jumlah fi'liyah
  • Jar wa majrur

maka khabar tersebut tidak diberi tanda rafa utama (dhammah atau dhammatain), karena setiap kata di dalamnya memiliki i‘rab masing-masing sesuai posisinya.

Penutup

Pada bagian ini kita telah mempelajari banyak prinsip dan kaidah penting. Silakan mengulang pelajaran ini beberapa kali karena kaidah-kaidah ini sangat penting untuk memahami pelajaran selanjutnya.

Mengulang pelajaran adalah bagian penting dari proses belajar. Fondasi yang kuat akan memudahkan Anda dalam mempelajari bahasa Arab, insya Allah.

Pada bagian berikutnya, insya Allah, kita akan mengerjakan latihan-latihan untuk menguji pemahaman Anda terhadap pelajaran ini.

Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di FacebookX dan Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2