Pelajaran 4-4
Bagian
Pelajaran 4 – الدَّرْسُ الرَّابِعُ
Istifham | Kalimat Tanya (الاسْتِفْهَامُ – istifhām)
Kita masih berada pada pelajaran keempat dari kursus bahasa Arab gratis ini. Kursus bahasa Arab ini dilengkapi dengan gambar, video, dan audio yang akan membantu Anda belajar bahasa Arab.
Pada bagian pelajaran 4 ini, kita akan mempelajari pembentukan kalimat tanya atau istifham (الاسْتِفْهَام – al-istifhām) dalam bahasa Arab, insya Allah.
Cara Mengajukan Pertanyaan dalam Bahasa ArabDalam seri ini kita akan belajar bahasa Arab melalui contoh-contoh. |
Pengertian Istifham
Kita mengetahui bahwa istifham adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan sekumpulan kata yang dipakai untuk mengajukan pertanyaan.
Contohnya:
- Di mana buku itu?
- Apa yang ada di atas buku?
- Apakah kunci ada di atas buku?
- Siapa yang ada di atas batu?
Semua contoh tersebut disebut istifham.
Kata-kata yang digunakan untuk bertanya disebut kata tanya atau adat istifham (أَدَاةُ اسْتِفْهَام – adātu istifhām).
Adat Istifham
Kata tanya (adat istifham) | |
Di mana…? | |
Apa…? | |
Apakah…? | |
Siapa…? |
Contoh Istifham
Gambar | Indonesia | Transliterasi (dibaca) | Arab |
![]() | Di mana kunci tersebut? | ainal miftāħu? | |
![]() | Apa yang ada di atas buku itu? | māżā ‘alal kitābi? | |
![]() | Apakah ada sebuah kunci di atas buku itu? | a-miftāḥun ‘alal kitābi? | |
![]() | Siapa yang ada di dapur? | man fil maṭbakhi? | |
![]() | Apa yang ada di atas batu itu? | māżā ‘alal ḥaĵari? |
Kaidah Penggunaan Adatu Istifham
Apabila adatu istifham datang sebelum kata benda atau isim (اِسْم – ism), maka isim tersebut berada dalam kasus nominatif atau marfu (حَالَةُ الرَّفْع – ḥālatu ar-raf‘), yaitu diakhiri dengan ḍammah (ـُ).
Contoh dan Penjelasan Kaidah
Kasus | Aturan | Arab |
Adat istifham diikuti isim ma'rifah | Kata benda tertentu atau isim ma'rifah (اسم معرف – ismu ma‘rifah) mendapat satu ḍammah (ضمة واحدة – ḍammah wāḥidah) pada huruf terakhirnya. | |
Adat istifham diikuti isim nakirah | Kata benda tak tentu atau isim nakirah (اسم نكرة – ismu nakirah) mendapat dua ḍammah (tanwīn) (تنوين بالضم – tanwīn biḍ-ḍamm) pada huruf terakhirnya. | |
Adat istfham diikuti huruf jar | Kata depan atau huruf jar (حرف جر – ḥarf jarr) tidak berubah menjadi marfu |
Kesimpulan Kaidah Isim
- Isim ma‘rifah → satu ḍammah (ـُ)
- Isim nakirah → dua ḍammah (ـٌ)
Jika didahului oleh adat istifham.
Jika didahului oleh adat istifham.
|
Huruf Jar dan Adat Istifham
Apabila huruf jar didahului oleh adat istifham , maka huruf jar tersebut tidak berubah harakat akhirnya, karena huruf jar bersifat mabni (tidak berubah) (مَبْنِيّ – mabnī).
Ini merupakan kaidah penting dalam tata bahasa Arab atau nahwu: Sebagian kaidah memiliki prioritas atas kaidah lainnya (تَقَدُّمُ الْقَوَاعِد – taqaddumu al-qawā‘id).
Contoh Istifham dan Jawaban
Gambar | Indonesia | Arab |
![]() | Di mana Muhammad? Muhammad ada di dalam ruangan. | |
![]() | Dan di mana Yasir? Yasir ada di kamar mandi. | |
![]() | Di mana Aminah? Aminah ada di dapur. | |
![]() | Di mana buku tersebut? Buku tersebut ada di atas meja. | |
![]() | Dan di mana jam tangan itu? Jam tangan itu ada di atas tempat tidur. | |
![]() | Apakah Muhammad ada di kamar mandi? Tidak, tapi di dalam kamar. | |
![]() | Siapa yang ada di dapur? Aminah ada di dapur. | |
![]() | Apa yang ada di atas tempat tidur? Jam tangan itu ada di atas tempat tidur. |
Catatan
Pada pelajaran 1-8 kita mempelajari adat istifham مَا yang berarti apa untuk menanyakan benda mati atau hewan. Pada kalimat ini kita menggunakan adat istifham مَاذَا yang memiliki arti yang sama yaitu apa. Perhatikan kata tanya مَاذَا diikuti oleh huruf jar dan kita tidak bisa menggunakan adat istifham مَا jika diikuti oleh huruf jar. Jadi istifham مَاذَا عَلَىٰ الْكِتَابِ tidak bisa diganti menjadi مَا عَلَىٰ الْكِتَابِ.
Penutup
Pada bagian pelajaran berikutnya, insya Allah, akan ada banyak latihan soal untuk menguji pemahaman Anda terhadap kaidah-kaidah yang telah dipelajari sejauh ini.
Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel








Komentar
Posting Komentar