Pelajaran 4-1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bagian

 1    2    3.   4    5    6    7    8    9   10  11. 12  13  14  15  16  17

Pelajaran 4 – الدَّرْسُ الرَّابِعُ

Pendahuluan (مُقَدِّمَةٌ – Muqaddimah)

Ini adalah pelajaran keempat dalam kursus bahasa Arab gratis kita. Kursus bahasa Arab ini dilengkapi dengan gambar, video, dan audio yang akan membantu Anda mempelajari bahasa Arab.

Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari beberapa hal berikut:

1. Kaidah Penggunaan Huruf Jar | Kata Depan (حُرُوفُ الْجَرِّ – Ḥurūfu Al-Jarr

Kata depan dalam bahasa Arab disebut
حُرُوفُ الْجَرِّ (ḥurūfu al-jarr)

Yaitu kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih kata atau kalimat. Empat huruf jar yang paling umum adalah:

Indonesia
Arab
Indonesia
Arab
Di dalam
Di atas
Dari
Ke

2. Kaidah Penggunaan Adawatul Istifham | Kalimat atau Kata Tanya (أَدَوَاتُ الاسْتِفْهَامِ – Adawātu Al-Istifhām)

Adawatul istifham adalah kalimat atau kata yang digunakan untuk bertanya. Beberapa adawatul istifham di antaranya:

Indonesia
Arab
Indonesia
Arab
Dimana
Apakah
Apa
Siapa

3. Sebagian Dhamir | Kata Ganti Orang (الضَّمَائِرُ الشَّخْصِيَّةُ – Aḍ-Ḍamā’iru Asy-Syakhṣiyyah)

Contohnya:

Indonesia
Orang
Gender
Arab
Saya
Mutakallim (مُتَكَلِّم): orang pertama (pembicara)
Maskulin (Mudzakkar)/Feminin (Muannats)
Kamu (laki-laki)
Mukhatab (مُخَاطَب): orang kedua (lawan bicara).
Mudzakkar
Kamu (perempuan)
Mukhatab (مُخَاطَب): orang kedua (lawan bicara).
Muannats
Dia (laki-laki)
Ghaib (غَائِب): orang ketiga (orang yang dibicarakan/tidak ada di tempat).
Maskulin (Mudzakkar)
Dia (perempuan)
Ghaib (غَائِب): orang ketiga (orang yang dibicarakan/tidak ada di tempat).
Feminin (Muannats)

4. Perbedaan Kata Maskulin atau Laki-laki (مُذَكَّر - Mużakkar) dan Feminin atau Perempuan (مُؤَنَّث - Mu’annaṡ)

Kata maskulin disebut:
مُذَكَّر (mużakkar = laki-laki)

Kata feminin disebut:
مُؤَنَّث (mu’annaṡ = perempuan)

Terdapat tiga cara mengubah kata benda (isim) mudzakkar menjadi muannats:

Keterangan
Simbol Arab
Arab
Dengan menambahkan /ta marbutah
Dengan menambahkan alif maqsurah
Dengan menambahkan alif mamdudah

5. Perbedaan Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah) dan Kalimat Verbal (Jumlah Fi‘liyah)

a. Kalimat nominal: jumlah ismiyah (الْجُمْلَةُ الاسْمِيَّةُ – al-jumlah al-ismiyyah)

Kalimat yang diawali dengan kata benda (isim) disebut jumlah ismiyah

b. Kalimat verbal: jumlah fi‘liyah (الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ – al-jumlah al-fi‘liyyah)

Kalimat yang diawali dengan kata kerja (fi'il) disebut jumlah fi‘liyah

Perhatikan contoh pada tabel berikut:

Istilah gramatikal
Kalimat nominal
Kalimat verbal
Arab
Transliterasi
Ahmadu żahaba ilal ĵāmi‘ati
Żahaba Ahmadu ilal jāmi‘ati
Bacaan Literal
Ahmad pergi ke universitas
Pergi Ahmad ke universitas

Silakan klik tombol bagian berikutnya untuk melanjutkan.

Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di FacebookX dan Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2