Pelajaran 27-8
PELAJARAN BAHASA ARAB
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِِ
Bagian
Pelajaran 27 – الدَّرْسُ السَّابِعُ وَالْعِشْرُونَ
Kata Benda Maqŝūr, Manqūŝ dan Mamdūd - الاسْمُ الْمَقْصُورُ والْمَنْقُوصُ والْمَمْدُودُ
Dualis (Dua) dan Pluralis (Jamak) dari kata benda Maqŝūr, Manqūŝ dan mamdūd
Mari kita lanjutkan mempelajari Bahasa Arab melalui kursus Bahasa Arab gratis kita. Kursus Bahasa Arab ini mencakup tata bahasa Bahasa Arab, sintaksis Bahasa Arab, morfologi Bahasa Arab dan lain-lain.
Pada bagian sebelumnya kita mempelajari hal-hal mengenai kata benda maqŝūr, manqūŝ dan mamdūd untuk kata benda tunggal. Sekarang kita akan mempelajari bagaimana mengubah kata benda Bahasa Arab ini ke dalam bentuk dualis dan bentuk jamak Insya Allah.
1- Kata Benda Maqŝūr.
A. Dualis (Ganda/Dua)
Untuk mengubah kata benda maqŝūr ke kasus dualis, kita lihat akar kata tersebut. Kata benda tersebut memiliki dua kemungkinan:
- Jika kata benda tersebut adalah trilateral (terdiri dari tiga huruf) Alif terakhir harus diubah kembali ke bentuk akarnya (wāw) atau (ya’) dari asal kata tersebut diubah. Ini tergantung pada asal leksikal Alif terakhir dari kata tersebut. Alif panjang dalam kata Arab manapun bukanlah huruf leksikal, karena itu huruf Alif tersebut harus diubah dari wāw atau yā’. Praktek lanjutan turunan kata membantu menemukan asal usul dari mana huruf Alif diubah, atau kita harus merujuk kata tersebut di dalam kamus. Setelah mengubah Alif terakhir ke akar kata, kata benda tersebut memiliki akhiran (انِ) "-ani" dalam kasus nominatif, dan (ينِ) "-yni" pada kasus akusatif dan kasus genitif. Perhatikan contoh-contoh berikut:
الاسْمُ Kata Benda | الْمُثَنَّى الْمَرْفُوعُ Dualis nominatif | الْمُثَنَّى الْمَنْصُوبُ والْمَجْرُورُ Dualis akusatif dan dualis genitif |
هُدَى Hudā | هُدَيَانِ Hudayān-i | هُدَيَيْنِ Hudayayn-i |
عَصا Ξaŝā | عَصَوانِ Ξāŝawāni | عَصَوَيْنِِ Ξaŝawayni |
- Jika kata tersebut adalah Non-triliteral (terdiri dari lebih dari tiga huruf) alif panjang terakhir "-ā" harus diubah ke (ي) "yā’" dan kata benda tersebut berakhiran (انِ) "-ani" pada kasus nominatif, dan (ينِ) "-yni" pada kasus akusatif dan pada kasus genitif, seperti contoh-contoh berikut:
الاسْمُ Kata Benda | الْمُثَنَّى الْمَرْفُوعُ Dualis nominatif | الْمُثَنَّى الْمَنْصُوبُ والْمَجْرُورُ Dualis akusatif dan dualis genitif |
مُصْطَفى Musŧafā | مُصْطَفَيانِ Musŧafayān-i | مُصْطَفَيَيْنِ Musŧafayayn-i |
مُسْتَشْفَى /Mustashfā/ | مُسْتَشْفَيانِ Mustashfayān-i | مُسْتَشْفَيَينِ /Mustashfayayn-i/ |
B. Jamak Maskulin
Jika kita mengubah kata benda tunggal maqŝūr ke jamak maskulin, alif panjang harus dihilangkan dan diganti dengan akhiran jamak maskulin, dan vokal pendek (a) tetap sebelum akhiran jamak untuk menunjukan alif panjang yang dihilangkan. Perhatikan contoh berikut:
|
الاسْمُ الْمَقْصُورُ Kata Benda Maqŝūr
|
جَمْعٌ مَرْفُوعٌ Jamak nominatif |
جَمْعٌ مَنْصُوبٌ أَوْ مَجْرُورٌ Jamak akusatif atau jamak genitif
|
|
Muŝtafā (maskulin)
|
مُصْطَفَوْنَ Muŝtafau-na
|
مُصْطَفَيْنَ Muŝŧafayna
|
C. Jamak feminim
Jika kita mengubah kata benda tunggal maqŝūr ke jamak feminim, kita akan memperhatikan akar kata. Kata benda tersebut memiliki dua kemungkinan:
- Jika kata benda tersebut adalah trilateral (terdiri dari tiga huruf), seperti (هُدَى) "hudā" dan (عَصَا) "ξaŝā", alif panjang harus diubah ke akar kata aslinya dari mana kata tersebut diubah (yaitu wāw atau yā’(ي) atau (و) tergantung pada asal leksikal Alif terakhir kata tersebut kemudian kita tambahkan akhiran jamak feminim. Perhatikan contoh-contoh berikut:
الاسْمُ الْمَقْصُورُُُ Kata Benda Maqŝūr | جَمْعٌ مَرْفُوعٌُ Jamak nominatif | جَمْعٌ مَنْصُوبٌ أَوْ مَجْرُورٌُ Jamak akusatif atau jamak genitif |
هُدَى (اسْمٌ مُؤَنَّثٌ) Hudā (feminim) | هُدَيَاتٌ Hudayātu-n | هُدَيَاتٍ Hudayāti-n |
عَصَا (اسْمٌ مُؤَنَّثٌ) ξaŝā (feminim) | عَصَوَاتٌ ξaŝawātu-n | عَصَوَاتٍ ξaŝawāti-n |
- Jika kata benda Maqŝūr lebih dari tiga huruf, alif panjang harus diubah ke yā’, setelah itu kita tambahkan tanda jamak feminim. Perhatikan contoh berikut:
Kata Benda Maqŝūr | جَمْعٌ مَرْفُوعٌُ Jamak nominatif | جَمْعٌ مَنْصُوبٌ أَوْ مَجْرُورٌُ Jamak akusatif atau jamak genitif |
نَجْوَى (اسْمٌ مُؤَنَّثٌ) Naĵwa (feminim) | نَجْوَياتٌ Naĵwayātun | نَجْوَياتٍ Naĵwayātin |
2- Kata benda manqūŝ
Kata benda manqūŝ berakhiran dengan (ي), (yaitu huruf yā’ panjang) yang diawali oleh kasrah pendek , seperti (قَاضِي), (دَانِي), (قَاصِي). Dalam dualis kata benda tersebut tidak berubah, tapi tanda dualis diimbuhkan di akhir kata. Dalam bentuk jamak vokal panjang terakhir (yā’) harus dihilangkan, dan diganti dengan akhiran jamak. Jika jamak tersebut adalah maskulin, akhiran harus diawali dengan sebuah đammah pada kasus nominatif, dan sebuah kasrah pada kasus akusatif atau pada kasus genitif, untuk membentuknya. Contoh:
|
الاسْمُ Kata Benda
|
الْمُثَنَّى الْمَرْفُوعُ Dualis nominatif
|
الْمُثَنَّى الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ Dualis akusatif dan dualis genitif
|
الْجَمْعُ الْمَرْفُوعُ Jamak nominatif
|
الْجَمْعُ الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ Jamak akusatif dan jamak genitif |
|
قَاضِي qâđī
|
قَاضِيانِ qâđiyān-i
|
قَاضِيَيْنِ qâđiyayn-i
|
قَاضُونَ qâđūn-a
|
قَاضِينَ qâđīn-a
|
|
قَاصِي qâŝī
|
قَاصِيانِِ qâŝiyān-i
|
قَاصِيَيْنِِ qâŝiyayn-i
|
قَاصُونََ qâŝūn-a
|
قَاصِينَ qâŝīn-a
|
|
دَانِي dānī
|
دَانِيَانِِِ dāniyān-i
|
دَانِيَيْنِِِ dāniyayn-i
|
دَانُونََ danūn-a
|
دَانِينََ danīn-a |
3- Kata benda mamdūd
Kata benda mamdūd adalah kata benda tunggal yang diakhiri dengan hamzah (ء) yang diawali dengan alif panjang, seperti (بَنَّاءٌ) "bannā’un", (قَرَّاءٌ) "qarrā’un", (صَحْرَاءُ) "ŝaћrā’u" dan (سَمَاءٌ) "samā’un". Ada tiga aturan untuk bentuk ganda dan bentuk jamak, seperti berikut:
- Jika hamzah adalah bagian asli dari kata, seperti (قَرَّاءٌ) "qarrā’un", yang diambil dari kata kerja (قَرَأَ) "qara’a" hamzah akan berubah, seperti berikut:
|
Kata Benda
|
Dualis nominatif
|
الْمُثَنَّى الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ Dualis akusatif dan dualis genitif
|
الْجَمْعُ الْمَرْفُوعُ Jamak nominatif |
الْجَمْعُ الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ |
|
قَرَّاءٌ qarrā’un
|
قَرَّاءَانِ qarrā’ān-i
|
قَرَّاءَيْنِ qarrā’ayn-i
|
قَرَّاؤُونَ qarrā’ūn-a
|
قَرَّائِينَ qarrā’īn-a |
- Jika bentuk asal hamzah adalah (و), seperti (سَمَاءٌ) "samā’un" karena kata ini berasal dari kata kerja (سَمَا، يَسْمُو) hamzah berubah mejadi (و) (yaitu kata tersebut berubah ke akar katanya, seperti berikut:
Kata Benda | Dualis nominatif | الْمُثَنَّى الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ Dualis akusatif dan dualis genitif | الْجَمْعُ الْمَرْفُوعُ Jamak nominatif | الْجَمْعُ الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ |
سَمَاءٌ samā’un | سَمَاوانَ samāwan-i | سَماوَيْنِ samāwyn-i | سَمَاوَاتٌ samāwātu-n | سَمَاواتٍ (جَمْعُ مُؤَنَّثٍ سَالِمٌ) Samāwāti-n (jamak feminim tanpa perubahan huruf) |
- Jika hamzah adalah tanda feminim (yaitu bukan bagian akar kata dari kata benda tersebut, tapi merupakan huruf yang diberikan sebagai akhiran feminim), seperti (صَحْرَاءُ) dan (حَسْنَاءُ), dua aturan sebelumnya bisa diterapkan (salah satunya) dalam kasus ini. Kita bisa mengucapkan (صَحْرَاءَانِ) atau (صَحْرَاوَانِ), dan dengan demikian kata benda mamdūd yang memiliki hamzah merupakan tanda feminim. Contoh:
|
الاسْمُ Kata Benda
|
الْمُثَنَّى الْمَرْفُوعُ Dualis nominatif
|
الْمُثَنَّى الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ |
الْجَمْعُ الْمَرْفُوعُ Jamak nominatif |
الْجَمْعُ الْمَنْصُوبُ وَالْمَجْرُورُ Jamak akusatif dan jamak genitif
|
|
صَحْرَاء ŝaћrā’u
|
صَحْرَاءَانِ ŝaћrā’āni
|
صَحْرَاءَيْنِ ŝaћrā’yni
|
صَحْرَاءَاتٌ ŝaћrā’ātu-n
|
صَحْرَاءَاتٍ ŝaћrā’āti-n
|
|
صَحْرَاوَانِ ŝaћrāwāni
|
صَحْرَاوَيْنِ ŝaћrāwayni
|
صَحْرَاوَاتٌ ŝaћrāwātu-n
|
صَحْرَاوَاتٍ Ŝaћrāwāti-n
|
|
|
حَسْنَاءُ ћasnā’u
|
حَسْنَاءَانِ ћasnā’āni
|
حَسْنَاءَيْنِ ћasnā’ayni
|
حَسْنَاءَاتٌ ћasnā’ātu-n
|
حَسْنَاءَاتٍ ћasnā’āti-n
|
|
حَسْنَاوَانِ ћasnāwāni
|
حَسْنَاوَيْنِ ћasnāwayni
|
حَسْنَاوَاتٌ ћasnāwātu-n
|
حَسْنَاوَاتٍ ћasnāwāti-n
|
Komentar
Posting Komentar