Pelajaran 26-2
PELAJARAN BAHASA ARAB
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bagian
Pelajaran 26 – الدرس السَّادِسُ وَالْعِشْرُونَ
Bilangan Gabungan (B) المركب العددي
Bilangan 11 dan 12
Kita masih berada pada pelajaran dua puluh enam kursus Bahasa Arab gratis kita. Kursus Bahasa Arab ini disertai gambar dan audio akan membantu Anda mempelajari Bahasa Arab.
Pada bagian ini kita akan mempelajari dua bilangan Arab أحَدَ عَشَرَ "aћada ξashara" (sebelas) dan اثنا عَشَرَ "ithnā ξashara" (dua belas), karena kedua bilangan ini mirip satu sama lain kecuali perubahannya.
Pada bagian ini kita akan mempelajari dua bilangan Arab أحَدَ عَشَرَ "aћada ξashara" (sebelas) dan اثنا عَشَرَ "ithnā ξashara" (dua belas), karena kedua bilangan ini mirip satu sama lain kecuali perubahannya.
Sebelum kita meninjau gender dari bilangan, kita harus memahami gender dari kata benda yang mengikutinya. Jika kata benda tersebut adalah feminim maka bilangan juga menjadi feminim, begitu juga dengan kata benda maskulin / bilangan maskulin. Untuk mengubah bilangan أحَدَ "aћada" ke feminim إحْدى "iћdā", kita bisa menambahkan vokal panjang Alif (alif maqŝūrah) ألف مقصورة ke akhir kata, dan mengubah awalan Hamzah untuk ditandai sebagai harakat kasrah (إ), dan untuk mengubah harakat (Hā’) medial (bukan di awal dan bukan di akhir kata) dari fatħah ke sukūn menjadi إحْدى "iћdā". Bilangan اثنا "ithnā" bisa diubah jadi feminim dengan menambahkan huruf ت "t" hingga menjadi اثنتا "ithnatā".
Bilangan tersebut harus identik dengan kata benda yang mengikuti bilangan (yang berada setelah bilangan) pada gender (maskulin dan feminim). Sebagai contoh:
جاء أحدَ عَشَرَ أُسْتاذًا
Ĵā'a aћada ξashara ustādhan
Eleven professors came
Sebelas profesor datang
Sebelas profesor datang
Bilangan disini adalah maskulin karena kata benda yang mengikuti bilangan setelahnya adalah maskulin.
- Sebaliknya kita ucapkan:
Ĵā'at iћda ξashrata ustādhatan
Eleven lady professors came.
Sebelas profesor wanita datang
- Bilangan disini adalah feminim karena kata benda yang mengikuti bilangan tersebut adalah feminim.
Penerapannya sama pada bilangan اثنا عَشَرَ "ithnā ξashara" (dua belas). Sebagai contoh:
ذهب اثنا عشر مُهَنْدِسًا
Dhahaba ithnā ξashara muhandisan
Twelve engineers went out
Dhahaba ithnā ξashara muhandisan
Twelve engineers went out
Dua belas insinyur pergi keluar
- Bilangan disini adalah maskulin karena kata benda yang mengikuti bilangan setelahnya adalah maskulin.
- Sebaliknya kita ucapkan:
ذَهَبَتْ اِثْنَتَا عَشْرَةَ مُهَنْدِسَةً
Dhahabat ithnata ξashrata muhandisatan
Twelve female engineers went out
Dhahabat ithnata ξashrata muhandisatan
Twelve female engineers went out
Dua belas insinyur wanita pergi keluar
- Bilangan disini adalah feminim karena kata benda yang mengikuti bilangan tersebut adalah feminim.
Sekarang kita akan membahas bilangan (أحَدَ عَشَرَ) "aћada ξashara" (sebelas) lebih mendetail Insya Allah.
Akhiran dari dua kata أحَدَ "aћada" dan إحْدى "iћda" adalah مَبْنيّة "mabniyah", yaitu statis atau tidak bisa berubah pada semua kasus tata bahasa – ini berarti bahwa kedua kata tersebut tidak berubah akhirannya pada kasus nominatif, akusatif atau kasus genitif. Mari kita lihat beberapa contoh di bawah untuk mengilustrasikan hal ini.
|
Terjemahan
|
Transliterasi
|
Arab
|
||
|
Kasus nominatif
|
I am eleven years old
|
ξUmri aћada ξashara ξāman
|
عُمْرِي أَحَدَ عَشَرَ عَامًا |
|
|
|
I saw eleven girls
|
رَأَيْتُ إحدى عَشْرَةَ بِنْتًا
|
||
|
|
I live with eleven students
|
Askunu maξa aћada ξashara ŧâliban
|
أَسْكُنُ¹ مَعَ أَحَدَ عَشَرَ طَالِبًا
|
Sekarang kita akan membahas bilangan اِثْنا عشر "ithna ξashar" (dua belas) lebih mendetail Insya Allah.
Dua kata اثْنا "ithna" (maskulin.) dan اثْنتا "ithnata" (feminim.) adalah kata benda dualis. Pada kasus nominatif, kita ucapkan اثْنا "ithna" dan اثْنتا "ithnata", sedangkan pada kasus akusatif dan kasus genitif kita ucapkan اثني "ithnai" dan اثنتي "ithnatai":
|
Kasus
|
Terjemahan
|
Transliterasi
|
Arab
|
|
|
Kasus nominatif (maskulin)
|
|
Ĵā’a ithna ξashara ŧâliban
|
جَاءَ اِثْنا عَشَرَ طَالِبًا
|
|
|
Kasus nominatif (feminim)
|
Twelve female students came
|
Ĵā’at ithnata ξashrata ŧâlibatan
|
جاءت اِثْنتا عشْرَةَ طالِبَةً
|
|
|
Kasus akusatif (maskulin)
|
I saw twelve students
|
Ra'aytu ithnai ξashara ŧâliban
|
رَأَيْتُ اِثْنَي عَشَرَ طالِبًا |
|
|
|
I saw twelve female students
|
Ra'aytu ithnatai ξashrata ŧâlibatan
|
رَأيْتُ اِثْنَتَي عَشْرَةَ طَالِبَةً |
Kasus genitif untuk bilangan dua belas memiliki bentuk yang sama seperti contoh pada tabel di atas untuk kasus akusatif.
Catatan:
- Semua kata kerja contoh di atas adalah dalam bentuk lampau (فِعْلٌ مَاض) kecuali أَسْكُنُ yang merupakan kata kerja bentuk sekarang (الْفِعْلُ الْمُضَارِع)
Kesimpulan:
- Bilangan 11 tidak bisa berubah (الْمَبْنِيُّ) dalam kasus apapun.
- Bilangan 12 berubah pada satuannya sesuai kasusnya (akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dan genitif (حَالَةُ الْجَر) bentuknya sama).
- Gender bilangan 11 dan gender bilangan 12 sama antara bilangan satuan, puluhan dan kata benda (مَعْدُود) yang mengikutinya.
Kata benda (مَعْدُود) sesudah bilangan selalu dalam bentuk tunggal (الْمُفْرَد) akusatif (حَالَةُ النَّصْب) dalam posisi apapun.
Komentar
Posting Komentar