Pelajaran 15-2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Bagian

 1   2   3   4   5   6   7   8   9  10

Pelajaran 15 – الدَّرْسُ الْخَامِسَ عَشَرَ

Lanjutan

Dhamir Munfashil (Kata Ganti Terpisah) dan Dhamir Mutashil (Kata Ganti Kepemilikan yang Bersambung)

Pada bagian ini kita akan mempelajari bentuk jamak dari dua kata ganti (isim dhamir) lagi, insyaallah. Kita telah mempelajari bentuk jamak dari dua kata ganti terpisah atau isim dhamir munfashil (الضَّمِيرُ الْمُنْفَصِلُ – aḍ-ḍamīru al-munfaṣil) dan dua kata ganti kepemilikan yang bersambung atau isim dhamir muttashil (الضَّمِيرُ الْمُتَّصِلُ – aḍ-ḍamīru al-muttaṣil) pada (Pelajaran 14 bagian 04):

Contoh

Indonesia

Transliterasi

Arab

Tunggal / Jamak
(Arab)
Maskulin
(Arab)

Istilah Gramatikal

أَنْتَ وَلَدٌ

Kamu adalah seorang anak laki-laki

Kamu (Tunggal)

anta

أَنْتَ

الْمُفْرَدُ

الْمُذَكَّرُ

الضَّمِيرُ الْمُنْفَصِلُ

(Kata ganti bersambung contoh: kamu tinggi)

أَنْتُمْ أَوْلادٌ

Kalian adalah anak laki-laki

Kalian

antum

أَنْتُمْ

الْجَمْعُ

كِتَابُكَ

Bukumu

Punyamu (mufrad)

ka

كَ

الْمُفْردُ

الضَّمِيرُ الْمُتَّصِلُ
(Kata ganti kepemilikan bersambung, misal: rumahmu)

كِتَابُكُمْ

Buku kalian

Punya kalian

kum

كُمْ

الْجَمْعُ

Kaidah Penggunaan Bentuk Jamak

Jika kita menggunakan أَنْتَ untuk sebuah isim mufrad, maka untuk isim jamak kita menggunakan أَنْتُمْ.

Demikian pula pada dhamir muttashil. Jika untuk isim mufrad kita mengatakan:

قَلَمُكَ
Penamu

maka untuk bentuk jamak kita mengatakan:

قَلَمُكُمْ
Pena kalian

yakni pena yang dimiliki oleh sekelompok orang.

Catatan Penting: Dhamir Bersifat Mabni

Namun, perlu diingat bahwa  orang atau isim dhamir bersifat tidak berubah harakat akhirnya atau mabni (مَبْنِيٌّ – mabniyyun). Artinya, mereka tidak mengalami perubahan harakat akhir meskipun terjadi perubahan posisi kasus atau kedudukan kata dalam kalimat. Jadi, أَنْتُمْ akan selalu memiliki harakat sukun yang sama pada huruf terakhirnya, baik ketika berada dalam posisi nominatif atau rafa' (الرَّفْعُ – ar-raf'u), posisi akusatif atau nashab (النَّصْبُ – an-nashb), maupun posisi genitif atau jarr (الْجَرُّ – al-jarr).

Contoh Tambahan

Mari kita ambil beberapa contoh lagi agar lebih mudah memahami kaidah tersebut.

Indonesia

Transliterasi

Arab

Kata ganti (dhamir)

Siapa kamu? (mufrad mudzakkar)

Saya adalah seorang siswa

Man anta

Anā ṭālibun

مَنْ أَنْتَ؟

أَنَا طَالِبٌ

أَنْتَ

Dari mana kalian? (jamak mudzakkar)

Kami dari Cina

Min aina antum?

Naḥnu minaṣ ṣīn

مِنْ أَيْنَ أَنْتُمْ؟

نَحْنُ مِنَ الصِّينِ

أَنْتُمْ

Dimana bukumu?

Buku saya ada di dalam tas.

Aina kitābuka?

Kitābi fil ḥaqībati

أَيْنَ كِتَابُكَ؟

كِتَابِي فِي الْحَقِيبَةِ

كَ

Apa bahasa kalian?

Bahasa kami adalah bahasa Mandarin

Mā lugatukum?

Lugatunā aṣ ṣīniyyatu

مَا لُغَتُكُمْ؟

لُغَتُنَا الصِّينِيَّةُ

كُمْ

Pelajaran 15-3
Daftar Isi

Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di FacebookX dan Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2