Pelajaran 20-2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bagian

 1   2   3   4   5   6   7 

Pelajaran 20 – اَلدَّرْسُ الْعِشْرُونَ

Murakkab Adad | Frasa Bilangan (اَلْمُرَكَّبُ الْعَدَدِيُّ – Al-Murakkabu Al-‘Adadiyy)

Pada bagian ini, kita akan mempelajari penggunaan dua bilangan (adad) pertama dalam bahasa Arab, yaitu “satu” dan “dua”, khususnya yang berkaitan dengan kata benda yang dihitung atau ma'dud (مَعْدُودٌ – ma‘dūd) yang berjenis feminin atau muannats (مُؤَنَّثٌ – mu’annaṡ), insyaallah.

Mengulang Kaidah dari Pelajaran Sebelumnya

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa dalam bahasa Arab, gabungan yang terdiri dari sebuah bilangan dan kata benda yang mengikutinya disebut frasa bilangan atau murakkab adad (الْمُرَكَّبُ الْعَدَدِيُّ – al-murakkabu al-‘adadiyy).

  • Bilangan disebut adad (الْعَدَدُ – al-‘adad).
  • Kata benda yang menunjukkan sesuatu yang dihitung oleh bilangan tersebut disebut ma'dud (الْمَعْدُودُ – al-ma‘dūd).

Adad “Satu” dan “Dua”

Murakkab adad untuk adad “satu” dan “dua” diperlakukan sebagai frasa kata sifat atau tarkib washfi/al-murakkab na'ti (تَرْكِيبٌ وَصْفِيٌّ – tarkībun waṣfī), yaitu susunan yang terdiri dari kata benda yang diterangkan atau mawshuf (مَوْصُوفٌ – mawṣūf) dan kata sifat (صِفَةٌ – ṣifah).

Kita telah mempelajari kaidah tarkib washfi/al-murakkab na'ti (تَرْكِيبٌ وَصْفِيٌّ – tarkīb waṣfī) pada Pelajaran 9 bagian 2.

Untuk adad “satu” dan “dua”, ma'dud selalu disebut terlebih dahulu, kemudian baru adad yang menerangkannya. Dengan kata lain, ma'dud berada sebelum adad dan adad tersebut berfungsi sebagai shifah/na'at bagi ma'dud tersebut.

Ma'dud  dan adad harus memiliki kesesuaian dalam beberapa hal:

  1. Adad akan mengikuti kasus gramatikal atau i'rab (إِعْرَابٌ – i'rāb) yang sama dengan ma'dud-nya.

  2. Keduanya memiliki jenis kelamin gramatikal atau jinis (جِنْسٌ – jins) yang sama. Jika ma'dud-nya mudzakkar (maskulin), adad juga dalam bentuk mudzakkar; jika ma'dud-nya mu'annats (feminin), adad juga dalam bentuk mu"annats.

  3. Adad dan ma'dud tersebut selalu berupa kata benda tak tentu atau isim nakirah (نَكِرَةٌ – nakirah).

Contoh

“Satu buku catatan” diterjemahkan:

كُرَّاسَةٌ وَاحِدَةٌ

  • كُرَّاسَةٌ = sebuah buku catatan
  • وَاحِدَةٌ = satu

Keduanya sama-sama kasus nominatif atau marfu' (مَرْفُوعٌ – marfū‘), sama-sama mu'annats, dan sama-sama berbentuk nakirah.

“Dua fakultas” diterjemahkan:

كُلِّيَّتَانِ اثْنَتَانِ

  • كُلِّيَّتَانِ = dua fakultas
  • اثْنَتَانِ = dua

Keduanya sama-sama marfu' dan sama-sama mu'annats.

Contoh-contoh Tambahan

Mari kita gunakan beberapa contoh lagi untuk memahami aturan ini:

Ringkasan Kaidah

Untuk adad 1 dan 2:

مَعْدُودٌ + عَدَدٌ
kata benda yang dihitung + bilangan

Adad وَاحِدٌ / وَاحِدَةٌ dan اثْنَانِ / اثْنَتَانِ berfungsi sebagai shifah/na'at bagi ma'dud.

Keduanya harus sesuai dalam:

  • I'rab
  • Jinis
  • Ma'dud berbentuk nakirah

Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di FacebookX dan Telegram Channel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran 1-1

Pelajaran 1-2