Pelajaran 6-6
(حَرْفُ الجَرِّ لِـ – ḥarful jarr li)
Kita masih berada pada pelajaran keenam dari kursus bahasa Arab gratis ini. Kursus bahasa Arab ini dilengkapi dengan gambar dan audio yang akan membantu Anda belajar bahasa Arab.
Pada bagian dari Pelajaran ke-6 ini, kita akan mempelajari sebuah kata depan baru beserta kaidah penggunaannya, insya Allah.
Kata depan baru: لِـ
(لِـ – li = “untuk / bagi”)
Kata depan ini berarti “untuk” atau “bagi”.
Apabila kata depan (حَرْفُ جَرٍّ – ḥarfu jarr) diikuti oleh kata benda (اِسْم – ism), maka kata benda tersebut berubah dari keadaan rafa‘ (مَرْفُوع – marfū‘) menjadi keadaan jar (مَجْرُور – majrūr).
Contoh:
- مُحَمَّدٌ (Muḥammadun) → لِمُحَمَّدٍ (li Muḥammadin)
Namun, ada beberapa kata yang tidak berubah harakat akhirnya meskipun dimasuki sebab-sebab gramatikal. Kata-kata ini disebut:
Kata mabnī
(اِسْمٌ مَبْنِيّ – ism mabnī)
Jika kata depan لِـ masuk pada kata mabnī seperti مَنْ (man = siapa), maka bentuknya menjadi:
- لِمَنْ (li man = untuk siapa)
❌ Bukan لِمَنِ, karena kata mabnī tidak berubah harakatnya.
Jika لِـ masuk pada kata benda ma‘rifah
(اِسْمٌ مَعْرِفَة – ism ma‘rifah)
yang diawali الـ (al-)
Contoh:
- الْكِتَابُ (al-kitābu) → لِلْكِتَابِ (lil-kitābi)
➡️ Alif pada “al-” dihilangkan, dan lam bertemu lam.
Jika لِـ masuk pada lafaz Allah
(اللهُ – Allāhu)
- اللهُ → لِلَّهِ (lillāhi)
➡️ Alif di awal dihilangkan, tidak ditambah lam baru, dan maknanya menjadi:
“milik Allah” atau “bagi Allah”.
Contoh kalimat
(Perhatikan harakat akhir dengan baik)
Indonesia | Transliterasi | Arab |
Ini untuk Muhammad dan itu untuk Hamid | Hadha li Muhammadin Wa dhalika li Hamidin | |
Tas ini milik siapa? Tas ini milik Yasir. | Liman Hadhihil Haqueebatu? Hadhihil Haqueebatu li Yasirin | |
Segala puji hanya milik Allah (Tuhan). | Alhamdu lillah |
Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel
Komentar
Posting Komentar