Pelajaran 3-7
Bagian
Pelajaran 3 – الدَّرْسُ الثَّالِثُ
Adat Takrif | Kata Sandang Tertentu (أَدَاةُ التَّعْرِيفِ – adātu at-ta‘rīf)
Huruf -huruf Qomariyah (Bulan) dan Huruf-huruf Syamsiah (Matahari) – الْحُرُوفُ الْقَمَرِيَّةُ والْحُرُوفُ الشَّمْسِيَّةُ
Kita masih berada pada pelajaran ketiga dari kursus bahasa Arab gratis ini. Kursus bahasa Arab ini, yang dilengkapi dengan gambar dan audio, akan membantu Anda mempelajari bahasa Arab.
Pada bagian ini kita akan mempelajari kosakata baru, dan juga akan mempelajari kaidah yang berkaitan dengan huruf syamsiyah dan huruf qamariyah. Hal terpenting yang harus dipahami dari kaidah ini adalah bahwa kaidah ini berlaku pada bahasa Arab yang diucapkan (pelafalan), bukan pada tulisan.
Jumlah Huruf Arab
Bahasa Arab memiliki 28 huruf. Dari jumlah tersebut:
- 14 huruf disebut Huruf Syamsiyah – الحُرُوفُ الشَّمْسِيَّةُ (al-ḥurūfu asy-syamsiyyah)
- 14 huruf lainnya disebut Huruf Qamariyah – الحُرُوفُ الْقَمَرِيَّةُ (al-ḥurūfu al-qamariyyah)
Dalam pengucapan huruf syamsiyah, ujung atau sisi lidah berperan, seperti pada bunyi t, n, r, s, dan semacamnya.
Sedangkan dalam pengucapan huruf qamariyah, ujung atau sisi lidah tidak berperan, seperti pada bunyi b, w, m, k, dan lainnya.
Pengaruh “الـ” pada Huruf Syamsiyah
Apabila alif-lām (اَلْ – al) sebagai kata sandang tertentu diletakkan di awal kata benda yang dimulai dengan huruf syamsiyah, maka huruf “lām” (ل) akan melebur ke huruf setelahnya. Peleburan ini disebut:
إِدْغَام – idgām (asimilasi / peleburan bunyi)
Contoh:
- اَلشَّمْسُ
Ditulis: al-syamsu
Diucapkan: /asy-syamsu/
Artinya: matahari
👉 Tulisan tidak berubah, tetap اَلشَّمْسُ, tetapi pelafalan berubah.
Tanda peleburan ini ditunjukkan dengan tanda tasydid – شَدَّة (syaddah) pada huruf pertama kata setelah “al”.
Huruf Qamariyah
Peleburan tidak terjadi pada huruf qamariyah.
Contoh:
- اَلْقَمَرُ
Ditulis dan diucapkan: /al-qamaru/
Artinya: bulan
Contoh Tambahan Huruf Syamsiyah
(Jangan khawatir tentang arti kata-katanya terlebih dahulu)
- /al-naĵmu/ → /an-naĵmu/
- /al-raĵulu/ → /ar-raĵulu/
- /al-dīku/ → /ad-dīku/
- /al-samaku/ → /as-samaku/
Penghilangan Bunyi “A” pada “Al”
Perlu diperhatikan bahwa huruf “a” pada “al” hanya diucapkan jika tidak didahului oleh kata lain.
Jika didahului oleh kata lain, maka bunyi “a” tidak diucapkan, meskipun tetap ditulis.
Contoh:
- وَالْبَيْتُ
Ditulis: wa al-baitu
Diucapkan: /wal-baitu/
Bukan: /wa al-baitu/
Untuk menunjukkan penghilangan bunyi ini, diletakkan tanda khusus di atas alif.
Bunyi awal (a, i, atau u) yang dihilangkan ketika didahului oleh kata lain disebut:
هَمْزَةُ الْوَصْل – hamzatu al-waṣl
(hamzah penghubung)
Tanwin sebagai Kata Sandang Tak Tentu
Kita telah mempelajari bahwa tanwin – تَنْوِين (tanwīn) berfungsi sebagai kata sandang tak tentu, dan diterjemahkan sebagai “sebuah / seorang”.
Contoh:
- بَيْتٌ
(baytun)
Artinya: sebuah rumah
Namun, kaidah ini tidak berlaku untuk kata sifat – صِفَة (ṣifah), seperti:
- مَفْتُوحٌ (maftūḥun) → terbuka
- مَكْسُورٌ (maksūrun) → pecah
Silakan follow Pelajaran Bahasa Arab di Facebook, X dan Telegram Channel
Komentar
Posting Komentar